Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belajar dari OCD Aliando, Ini Gejala dan Penyebab OCD

Orang dengan OCD sering enggan untuk mencari bantuan karena merasa malu. Kenali gejalanya sejak dini.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  17:24 WIB
Orang yang menderita gejala OCD, enggan mencari bantuan ke pihak profesional - Boldsky.com
Orang yang menderita gejala OCD, enggan mencari bantuan ke pihak profesional - Boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Lama menghilang dari dunia hiburan Indonesia, Aliando Syarief mengaku dirinya mengidap OCD (Obsessive-Compulsive Disorder). Aktor itu mengatakan bahwa mengalami OCD ekstrem.

OCD yang diderita pemain sinetron “Ganteng Ganteng Serigala (GGS)” ini sudah terjadi sejak tiga tahun belakangan atau sekitar tahun 2019. Melalui video siaran langsung di akun pribadi Instagram, Ia mengaku kalau OCD yang dialaminya sudah cukup mengganggu, bahkan Ia sampai kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

“Gak bisa liburan, untuk mandi aja gue gak bisa loh. Mandi itu susah, kaya mau jalan naik mobil atau ngambil barang itu sulit,” cerita Aliando melalui video siaran Instagram di akunnya, yang dilansir pada Jumat (28/1).

Lalu, sebenarnya bagaimana penjelasan, gejala, cara mendapatkan bantuan, perawatan yang didapatkan, dan penyebab OCD itu sendiri? Simak penjelasan lebih lengkapnya, seperti yang dilansir dari NHS UK pada Jumat (28/1/2022).

Pengertian OCD

OCD adalah kondisi kesehatan mental yang umum ketika seseorang memiliki pikiran yang obsesif dan perilaku kompulsif.

OCD dapat menyerang berbagai jenis kelamin dan umur. Seringkali beberapa orang mulai mengalami gejala awal OCD ketika masa pubertas, tetapi umumnya gejala ini mulai dirasakan pada awal masa dewasa.

OCD dapat menyusahkan dan secara signifikan mengganggu hidup Anda. Namun, melakukan pengobatan rutin dapat membantu Anda untuk mengendalikannya.

Gejala dari pengidap OCD

Jika Anda menderita OCD, Anda biasanya akan sering mengalami pikiran obsesif dan perilaku kompulsif.

Obsesi adalah pikiran, gambaran, atau dorongan yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan tetapi berulang kali memasuki pikiran Anda, sehingga menyebabkan perasaan cemas, jijik, atau tidak nyaman.

Sementara itu, kompulsi adalah perilaku berulang atau tindakan mental yang Anda rasa perlu Anda lakukan untuk meredakan sementara perasaan tidak menyenangkan akibat pikiran obsesif.

Misalnya, seseorang dengan ketakutan obsesif akan dirampok mungkin merasa bahwa mereka perlu memeriksa semua jendela dan pintu terkunci beberapa kali sebelum mereka dapat meninggalkan rumah mereka.

Cara mendapatkan bantuan untuk pengidap OCD

Orang dengan OCD sering enggan untuk mencari bantuan karena merasa malu.

Namun, OCD adalah kondisi kesehatan seperti yang lainnya, jadi tidak ada yang perlu merasa malu. Memiliki OCD tidak berarti Anda ‘gila’ dan bukan salah Anda.

Ada 2 cara utama untuk mendapatkan bantuan:

  1. Rujuk diri Anda langsung ke layanan terapi psikologis. Temukan layanan terapi psikologis di daerah Anda.
  2. Temui dokter umum. Mereka akan menanyakan gejala Anda dan dapat merujuk Anda ke layanan terapi psikologis setempat bila diperlukan.

Jika ada seorang teman atau anggota keluarga Anda yang mungkin menderita OCD, coba bicarakan dengan mereka tentang kekhawatiran Anda dan sarankan mereka untuk mencari bantuan. Tidak mungkin kondisi OCD akan menjadi lebih baik tanpa perawatan dan dukungan yang tepat.

Perawatan OCD

Ada beberapa perawatan efektif untuk OCD yang dapat membantu mengurangi dampaknya terhadap hidup Anda.

Perawatan utama adalah:

  1. Terapi psikologis – biasanya terapi perilaku kognitif (CBT), yang membantu Anda menghadapi ketakutan dan pikiran obsesif Anda tanpa "memperbaikinya" melalui kompulsi.
  2. Obat – biasanya sejenis obat antidepresan yang disebut selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), dapat membantu dengan mengubah keseimbangan bahan kimia di otak Anda.

CBT biasanya akan memiliki efek yang cukup cepat. Sementara itu, diperlukan beberapa bulan untuk Anda melihat efek pengobatan dengan SSRI, tetapi kebanyakan orang pada akhirnya akan mendapat manfaat.

Jika perawatan ini tidak membantu, maka Anda mungkin ditawari SSRI alternatif atau diberikan kombinasi SSRI dan CBT. Beberapa orang mungkin dirujuk ke layanan kesehatan mental spesialis untuk perawatan lebih lanjut.

Penyebab OCD

Belum jelas ada penjelasan yang pasti mengenai penyebab kondisi OCD. Namun, ada sejumlah faktor yang berbeda mungkin berperan, termasuk:

  1. Riwayat keluarga – Anda lebih mungkin mengembangkan OCD jika anggota keluarga memilikinya karena Anda satu gen dengannya.
  2. Perbedaan di otak – Beberapa orang dengan OCD memiliki area aktivitas tinggi yang tidak biasa di otak mereka atau tingkat rendah bahan kimia yang disebut serotonin.
  3. Peristiwa kehidupan – OCD mungkin lebih sering terjadi pada orang yang telah diganggu, dilecehkan, atau diabaikan, bahkan kadang-kadang dimulai setelah peristiwa penting dalam hidup, seperti melahirkan atau kehilangan.
  4. Kepribadian – Rapi, teliti, metodis orang dengan standar pribadi yang tinggi lebih memungkinkan untuk mengembangkan OCD. Selain itu, juga orang-orang yang umumnya cukup cemas atau memiliki rasa tanggung jawab yang sangat kuat untuk diri mereka sendiri dan orang lain.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit Gejala Penyakit kesehatan mental
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top