Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Masa Kedaluwarsa Vitamin dan Suplemen

Para ahli menyarankan bahwa mengonsumsi vitamin melewati tanggal "best before" atau "Digunakan sebelum" biasanya tidak menimbulkan risiko kesehatan, demikian dilansir dari Healthline.  Tapi, khasiat mereka berkurang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  10:38 WIB
Multivitamin.  - Bloomberg
Multivitamin. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Mengkonsumsi vitamin setiap hari dapat menjadi tambahan yang bermanfaat untuk diet Anda.

Mereka menyediakan nutrisi penting yang banyak orang tidak dapatkan dari makanan normal mereka, seperti vitamin B, vitamin D, dan kalsium.

Anda mungkin memperhatikan bahwa beberapa botol suplemen memiliki tanggal kedaluwarsa. Biasanya, ditulis seperti expired date, atau best before.

Beberapa suplemen bahkan tidak memiliki tanggal kedaluwarsa sama sekali karena Food and Drug Administration AS tidak mengharuskan produsen menambahkannya untuk suplemen vitamin.

Jika produsen memilih untuk mencantumkan tanggal pada label mereka, mereka diharuskan untuk memastikan produk mereka memiliki 100% bahan yang terdaftar sampai tanggal tersebut, Tod Cooperman, presiden ConsumerLab.com, mengatakan kepada New York Times.

Tapi haruskah kita khawatir tentang tanggal kadaluwarsa vitamin kita?

Para ahli menyarankan bahwa mengonsumsi vitamin melewati tanggal "best before" atau "Digunakan sebelum" biasanya tidak menimbulkan risiko kesehatan, demikian dilansir dari Healthline.  Tapi, khasiat mereka berkurang.

Terkadang, potensi bisa bertahan jauh melampaui tanggal kedaluwarsa. Menurut Dr. Shanna Levine, vitamin dapat tetap aman dikonsumsi hingga dua tahun setelah tanggal pada botol jika disimpan dengan benar.

Secara umum, ini berarti tidak memindahkan vitamin ke wadah lain, menyimpannya di tempat yang sejuk dan kering, dan jauh dari sinar matahari, menurut CBS News. Namun, vitamin yang berbeda mungkin memiliki instruksi penyimpanan yang berbeda, jadi pastikan untuk memeriksa detail botolnya.

Meskipun umumnya tidak ada efek samping dari mengkonsumsi vitamin kedaluwarsa (dengan asumsi mereka tidak berjamur), hilangnya potensi mungkin menjadi masalah bagi sebagian orang. Misalnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan orang hamil untuk mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari. Jika orang hamil mengonsumsi suplemen asam folat yang kadaluwarsa, mereka mungkin tidak mendapatkan jumlah yang disarankan.

Secara umum, lebih baik aman daripada menyesal jika menyangkut vitamin kedaluwarsa dan jika Anda membuangnya, Anda dapat mengikuti pedoman Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat untuk pembuangan yang aman.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suplemen kesehatan vitamin
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top