Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Frekuensi Ganti Seprai dan Sarung Bantal yang Disarankan Dokter Kulit

Berikut adalah frekuensi yang disarankan oleh dokter kulit dalam mencuci serta mengganti sprei dan sarung bantal.
Aliftya Amarilisya
Aliftya Amarilisya - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  13:24 WIB
Ilustrasi - Pexels.com
Ilustrasi - Pexels.com

Bisnis.com, SOLO - Tak sedikit masyarakat yang masih belum sepenuhnya menyadari pentingnya mengganti seprei dan sarung bantal sesering mungkin.

Dilansir dari Livestrong, kulit dan rambut meninggalkan minyak dan sel-sel kulit mati di seprei dan bantal, sehingga jika tak rutin diganti sarung bantal dan seprei akan jadi tempat kotoran menumpuk dan bisa menyebabkan masalah kulit.

"Kombinasi minyak, sel kulit mati, air liur, dan keringat adalah tempat berkembang biaknya bakteri. Ini dapat menyebabkan masalah seperti pori-pori tersumbat, komedo putih dan bahkan kista," kata dr Cheri Frey, juru bicara Skin of Color Society dan asisten profesor dermatologi di Howard University.

Nah, lalu kapan waktu yang direkomendasikan untuk mengganti sprei dan sarung bantal ini?

Dokter kulit Hadley King mengatakan, American Academy of Dermatology merekomendasikan agar masyarakat mengganti serta mencuci seprai dan sarung bantal sekali seminggu.

Dirinya pun menambahkan, bahkan jika memungkinkan, penggantian dilakukan dua hingga tiga kali seminggu.

"Ketika Anda naik ke tempat tidur, Anda mencemari seprai dengan sel kulit mati [sekitar 50 juta per hari], keringat, riasan, losion, rambut, dan apa pun yang Anda ambil di siang hari, dari serbuk sari dan bulu hewan peliharaan hingga jamur jamur dan partikel kotoran menjadi bakteri dan partikel virus juga," kata dr King, seperti dilansir dari laman Well and Good.

Selain itu, ia mengatakan bahwa sel kulit mati dan keringat merupakan makanan untuk tungau debu. Dengan demikian, hal tersebut dapat menggiring mereka tinggal di tempat tidur Anda dan membantu mereka berkembang biak.

Selanjutnya, ketika tungau memakan semua kotoran tersebut, maka mereka akan buang air besar yang mana bisa memperburuk alergi dan asma.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan kulit
Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top