Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kini Marak Dilakukan, Kenali Perilaku Catfishing di Media Sosial 

Catfishing merupakan perilaku pemalsuan identitas yang biasa dilakukan di media sosial untuk meraih sejumlah keuntungan.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 12 Maret 2022  |  14:36 WIB
Sosial media di China. - South China Morning Post
Sosial media di China. - South China Morning Post

Bisnis.com, SOLO - Catfishing yang dikenal juga sebagai penipuan identitas kini marak dilakukan di media sosial.

Kemudahan teknologi membuat orang dengan mudahnya memalsukan identitas untuk kepentingan pribadi.

Catfishing merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan seseorang yang menggunakan informasi palsu untuk membuat identitas baru di media sosial. 

Pemalsuan biasanya dimulai dengan mengambil dan menggunakan foto orang lain. Foto tersebut kemudian ditambah dengan data atau informasi hasil curian, untuk membuat orang lain percaya.

Selain untuk melakukan penipuan, perilaku catfishing dilakukan untuk mendapat pengakuan dari orang lain karena adanya rasa tidak percaya diri.

Kemenkominfo pun mengungkapkan ciri-ciri perilaku catfishing melalui program "Obral Obrol liTerasi Digital: Mengenal Fenomena Penipuan Catfishing" yang disiarkan melalui Youtube pada 24 Februari 2022 lalu.

Salah satu pembicara dalam acara tersebut, Pemeriksa Fakta MAFINDO Bentang Febrylian mengatakan bahwa terdapat karakteristik seseorang yang melakukan catfishing.

Yang paling utama yakni menolak melakukan video call, menghindari pertemuan tatap muka dan membatasi komunikasi hanya melalui chat dan voice call.

Dari segi psikologi, pelaku catfishing biasanya memiliki kepribadian yang tidak percaya diri.

Perilaku tersebut juga muncul ketika seseorang ingin menutupi sesuatu dalam hidupnya.

Pelaku catfishing juga biasanya akan mengungkapkan hal secara berlebihan agar dipandang sebagai orang yang menarik.

Fenomena catfishing yang baru-baru ini menjadi perhatian publik yakni Simon Leviev dalam serial Tinder Swindler yang dirilis oleh Netflix.

Simon melakukan pemalsuan identitas untuk meraup sejumlah keuntungan dengan memanfaatkan kepolosan orang lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikologi penipuan media sosial gangguan psikologis
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top