Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tes PCR Kumur Punya Sensitivitas Tinggi untuk Mendeteksi Covid-19

Berdasarkan penelitian tersebut, didapatkan sensitivitas 91,38% untuk PCR kumur bila dibandingkan dengan PCR nasofaring dan orofaring untuk spesimen swab dengan CT value
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 16 Maret 2022  |  13:44 WIB
Alat uji untuk mendeteksi Covid-19 dengan metode kumur (gargling) yakni BioSaliva yang merupakan inovasi terbaru hasil kolaborasi Bio Farma dan perusahaan rintisan bioteknologi Nusantics. - Antararn
Alat uji untuk mendeteksi Covid-19 dengan metode kumur (gargling) yakni BioSaliva yang merupakan inovasi terbaru hasil kolaborasi Bio Farma dan perusahaan rintisan bioteknologi Nusantics. - Antararn

Bisnis.com, JAKARTA — Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa PCR kumur memiliki sensitivitas yang tinggi untuk mendeteksi Covid-19.

Berdasarkan penelitian tersebut, didapatkan sensitivitas 91,38% untuk PCR kumur bila dibandingkan dengan PCR nasofaring dan orofaring untuk spesimen swab dengan CT value <35.

Dr. Adam Prabata melalui akun Instagram @adamprabata, memaparkan bahwa penelitian ini melibatkan total 310 orang di RSUP Dr. Kariadi dan RS Nasional Diponegoro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PCR kumur dapat menjadi salah satu pilihan metode pemeriksaan untuk Covid-19, selain melalui hidung (nasofaring) atau mulut (orofaring).

Usap hidung dan usap tenggorokan tidak nyaman bagi kebanyakan orang. Tes berbasis air liur atau kumur menawarkan pilihan yang jauh lebih nyaman yang cepat dan mudah untuk diselesaikan. Namun, banyak yang bertanya-tanya tentang keakuratannya dibandingkan dengan usap hidung.

Menurut tinjauan data yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine, angka di antara keduanya sebanding. Tes usap hidung atau tenggorokan memiliki akurasi 85 persen dalam mendeteksi infeksi positif Covid-19, dan tes berbasis air liur berada di belakang dengan tingkat keberhasilan 83 persen.

Studi juga melaporkan bahwa pengujian berbasis air liur cukup akurat dalam mengidentifikasi kasus negatif dengan benar, dengan tingkat akurasi 99 persen. Tinjauan data merupakan kompilasi dari enam belas studi yang melibatkan 5.900 peserta.

Jika Anda telah terpapar virus atau berencana bepergian, Anda perlu dites. Anda dapat memilih dari opsi pengujian, termasuk tes PCR cepat dan tes antigen cepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tes PCR PCR swab antigen
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top