Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sobat Healing Banyak Salah Kaprah Sembuhkan Diri Lewat Liburan

Masyarakat banyak salah kaprah soal konsep healing. Menurut psikolog dari UGM, healing bisa dilakukan dengan berbagai cara.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 14 April 2022  |  22:08 WIB
Sobat Healing Banyak Salah Kaprah Sembuhkan Diri Lewat Liburan
Ilustrasi.

Bisnis.com, SEMARANG — Tren healing kian populer di kalangan milenial. Banyak orang yang kerap melekatkannya dengan liburan atau staycation. Namun demikian, sebetulnya, healing bisa dilakukan dengan berbagai macam cara.

Secara harfiah healing adalah penyembuhan atau pengobatan. Adapun kata tersebut kemudian berkembang menjadi istilah yang digunakan seseorang yang hendak menyembuhkan diri secara psikologis

"Cari dulu problemnya apa, baru healing. Misal karena ada masalah rekan kerja atau atasan, maka penyembuhan dengan liburan atau staycation jadi tidak cocok seperti halnya dengan diri sendiri," jelas Galang Lufityanto, Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (13/4/2022).

Galang menjelaskan bahwa penyembuhan diri dengan berlibur lebih cocok untuk mengatasi kelelahan kerja atau burn out. Selain itu, mengerjakan proyek kecil di rumah juga bisa dijadikan penyembuhan diri. Contohnya dengan mendesain, memasak, ataupun menjahit.

Dikutip dari laman UGM, Galang menjelaskan bahwa teknik melatih fokus atau mindfulness bisa dilakukan untuk memahami diri sendiri serta apa yang dirasakan dan dialami. "Mindfulness ini adalah salah satu teknik penyembuhan yang cukup efektif. Contohnya dengan relaksasi seperti mengatur cara pernapasan," jelasnya.

Penjurnalan atau journaling juga bisa dilakukan sebagai salah satu terapi penyembuhan. Caranya dengan mengungkapkan ataupun mengembangkan apa yang dirasa penting. Tak hanya dengan cara konvensional seperti menulis buku harian, journaling juga bisa dilakukan dengan cara melukis.

"Dengan journaling [kita] jadi bisa melihat lagi masalah yang dialami. Kadang-kadang, kita terbebani semua yang diperkirakan, tidak pernah dicerna masalahnya dimana. Karena tidak pernah ada dalam bentuk apapun, sehingga tidak tersedia dengan baik," jelas Galang.

Namun demikian, apapun bentuk penyembuhan psikologis yang dipilih, Galang menyebut proses healing perlu direncanakan dan tidak bersifat impulsif. "Pilih penyembuhan yang tidak memberatkan baik dari sisi keuangan maupun waktu," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikologi Liburan staycation

Sumber : ugm.ac.id

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top