Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perubahan Tekstur Kulit Menandakan Arteri Tersumbat dan Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi mengacu pada adanya molekul lemak dalam darah yang secara progresif menyumbat arteri yang menuju ke jantung dan otak, menjadikannya faktor risiko utama untuk stroke dan serangan jantung.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 28 April 2022  |  20:47 WIB
Ilustrasi mengecek kadar kolesterol tinggi dalam darah - Freepik.com
Ilustrasi mengecek kadar kolesterol tinggi dalam darah - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pola makan yang buruk adalah pendorong utama kolesterol tinggi, tetapi tidak semua kasus berasal dari gaya hidup karena terkadang kondisi ini diturunkan. Kurangnya gejala membuatnya sulit untuk diperhatikan. Pada stadium lanjut kondisi ini dapat menyebabkan perubahan nyata pada penampilan kulit.

Kolesterol tinggi mengacu pada adanya molekul lemak dalam darah yang secara progresif menyumbat arteri yang menuju ke jantung dan otak, menjadikannya faktor risiko utama untuk stroke dan serangan jantung.

Efek dari kadar kolesterol tinggi bertahan dari waktu ke waktu, tetapi semakin lama tidak dikoreksi, semakin berkontribusi pada perkembangan penyakit arteri perifer (PAD). Dilansir dari Express UKSaat pembuluh darah semakin tersumbat, penampilan kulit kemungkinan akan berubah.

Banyak gejala yang terjadi di kaki dan lengan adalah akibat dari penyakit arteri perifer, di mana molekul kolesterol telah menyempitkan saluran di dalam pembuluh darah.

Kulit halus, berkilau, dan terasa dingin saat disentuh bisa menjadi gejala PAD. Pengencangan kulit sering disertai dengan kerontokan rambut pada tungkai dan kaki serta penebalan kuku kaki. Kulit juga bisa menjadi kering dan gatal, atau berpigmen dan tebal.

Beberapa gejala yang paling klasik adalah rasa sakit, nyeri atau kram, yang mungkin datang lebih jelas saat berjalan. Kram juga bisa terjadi pada otot bokong, pinggul, paha atau betis, yang secara medis dikenal sebagai klaudikasio.

Tanda-tanda PAD sering terkonsentrasi di kaki karena anggota badan ini mengalami lebih banyak aktivitas fisik. Otot yang bekerja membutuhkan lebih banyak aliran darah. Otot yang beristirahat bisa bertahan dengan lebih sedikit.

Gejala paling umum dari penyakit arteri perifer ekstremitas bawah adalah kram otot yang menyakitkan di pinggul, paha, atau betis saat berjalan, menaiki tangga, atau berolahraga. Rasa sakit PAD sering hilang ketika Anda berhenti berolahraga, meskipun ini mungkin memakan waktu beberapa menit.

Beberapa tanda yang kurang diketahui yang menandakan gangguan aliran darah ke ekstremitas termasuk sensasi kesemutan di tangan dan kaki. Kesemutan atau ashiness kadang-kadang bisa menjadi gejala arteri kaki yang tersumbat.

Penyumbatan itu bisa saja terbentuk karena tingginya kadar kolesterol, dan itu membawa kita kembali ke pentingnya pencegahan. Penyakit arteri perifer dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan gaya hidup yang terkait dengan kondisi tersebut, seperti merokok dan minum

Karena kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala, kadar kolesterol tinggi harus diperiksa secara teratur melalui tes darah Jika diagnosis PAD dibuat, dokter dapat memilih untuk melanjutkan dengan salah satu dari dua perawatan yang tersedia.

Pasien dapat menjalani angioplasti, yang melibatkan penyisipan balon kecil di dalam pembuluh yang membantu melebar. Bisa juga dengan cangkok bypass arteri, melibatkan pengambilan pembuluh darah dari bagian tubuh lain dan menggunakannya untuk memotong penyumbatan di dalam arteri.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kulit kolesterol
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top