Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas! Cemas Berlebih Berbahaya untuk Jantung dan Diabetes

Studi ini menunjukkan bahwa kecemasan pada pria di usia paruh baya tidak selalu menyebabkan penyakit jantung dan peredaran darah, tetapi ada kemungkinan bahwa kecemasan di awal kehidupan dapat memiliki efek berbahaya pada tubuh.
Robby Fathan
Robby Fathan - Bisnis.com 13 Mei 2022  |  23:53 WIB
Ilustrasi - Lennoncenter
Ilustrasi - Lennoncenter

Bisnis.com, JAKARTA- Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecemasan dan memiliki faktor risiko penyakit jantung dan peredaran darah pada pria.

Kecemasan dapat dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Penelitian ini, yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, didasarkan pada pemantauan kesehatan sekitar 1.500 pria, dengan usia rata-rata 53 tahun pada awal penelitian.

Para peneliti ingin mengetahui lebih banyak tentang hubungan antara kecemasan dan penyakit seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Kekhawatiran dan neurotisisme (yang berarti bahwa Anda mengalami "emosi negatif yang intens secara tidak proporsional") sebelumnya telah terbukti terkait dengan kecemasan, dan telah diukur dalam studi kesehatan masyarakat yang sudah berjalan lama.

Selama masa tindak lanjut, dengan rata-rata yang diteliti berumur 23 tahun, para pria dinilai untuk faktor risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes. Tujuh penanda risiko diukur, termasuk tekanan darah, kolesterol, BMI, kadar gula dan tanda-tanda peradangan  (yang dapat terlibat dalam perkembangan penyakit jantung dan peredaran darah).

Para peneliti menemukan bahwa pria yang lebih neurotik dan cenderung khawatir sudah memiliki jumlah faktor risiko yang lebih tinggi pada awal penelitian, dan bahwa perbedaan antara kecemasan yang lebih dan kurang ini tetap pada tingkat yang konstan (bukan tumbuh) selama masa tindak lanjut. sampai periode. Ini menunjukkan bahwa efek dari tingkat kecemasan yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan proses biologis di awal kehidupan, bahkan mungkin di masa kanak-kanak atau dewasa muda.

Mereka juga menemukan bahwa neurotisme tampaknya memiliki efek yang sedikit lebih besar pada faktor risiko daripada kekhawatiran.

Kekuatan penelitian ini adalah penelitian ini melibatkan sejumlah besar orang dan mengikuti mereka dalam jangka waktu yang lama secara berkala. Mereka memilih pria yang sehat, tanpa riwayat penyakit jantung koroner, stroke atau diabetes tipe 2 sebelumnya dan mereka menyesuaikan faktor-faktor termasuk merokok, minum, riwayat keluarga penyakit jantung dan berolahraga, sehingga hasilnya cenderung tidak dipengaruhi oleh faktor lain. faktor.

Namun, pesertanya sebagian besar adalah pria kulit putih, dan kelompok yang kurang beruntung kurang terwakili, sehingga temuan ini mungkin tidak mewakili populasi secara keseluruhan.

Jenis penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa kekhawatiran dan neurotisisme menyebabkan peningkatan faktor risiko untuk kondisi seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes.

Kita tahu bahwa kesehatan fisik dan mental sering kali dapat dihubungkan, tetapi memahami sebab dan akibat itu rumit, terutama karena kesehatan mental dapat memengaruhi cara Anda menjaga kesehatan fisik Anda.

Studi ini menunjukkan bahwa kecemasan pada pria di usia paruh baya tidak selalu menyebabkan penyakit jantung dan peredaran darah, tetapi ada kemungkinan bahwa kecemasan di awal kehidupan dapat memiliki efek berbahaya pada tubuh.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung cemas
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top