Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspadai 4 Penyakit Musim Pancaroba Berikut Ini, dan Cara Pencegahannya

Musim pancaroba terjadi hanya pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  10:02 WIB
Waspadai 4 Penyakit Musim Pancaroba Berikut Ini, dan Cara Pencegahannya
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Akhir- akhir ini, cuaca sering tak tentu. Siang panas terik, namun  tiba-tiba malamnya hujan dan udara menjadi terasa dingin. 

Musim pancaroba terjadi hanya pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau peralihan musim hujan ke musim kemarau. Perubahan udara dan temperatur sedikit banyak berpengaruh pada tubuh, karena tubuh kita otomatis akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit) kita berkurang, sehingga sering menyebabkan orang sakit di musim pancaroba.

Selain itu temperatur yang berubah-ubah adalah salah satu kondisi yang memacu virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi tidak heran lebih banyak orang terserang penyakit di musim pancaroba dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil.

Musim pancaroba berkaitan erat dengan beberapa gangguan kesehatan seperti flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran napas, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan seperti diare, dan tifus abdominalis. Kemunculan penyakit-penyakit tersebut kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim/pancaroba karena banyaknya kotoran yang menjadi vektor bagi bakteri dan virus penyebab penyakit, juga tak lepas dari pola pengkonsumsian makanan. Penyakit tersebut dapat timbul karena adanya bakteri atau virus yang mencemari makanan atau minuman.

Chlara Yunita Prabawati Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menjelaskan musim pancaroba adalah durasi transisi dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Karakteristik musim pancaroba adalah fenomena alam yang fluktuatif dan tidak menentu, seperti hujan deras yang tiba-tiba disertai angin kencang bahkan fenomena hujan es.

Dikutip dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Surabaya, dia mengatakan faktor lingkungan yang ekstrim seperti humidity udara yang sangat kering, cuaca dengan suhu tiba-tiba menurun, dan paparan perubahan temperature di lingkungan ini meningkatkan risiko  terserang penyakit dan penurunan daya tahan tubuh pada individu.

Berikut daftar penyakit yang menyerang di musim pancaroba dikutip dari berbagai sumber :

1. Influenza

Penyakit influenza dapat menyerang anak – anak hingga dewasa saat musim pancaroba. Jika terlanjur terkena influenza, upaya penyembuhannya ialah harus beristirahat dan minum air putih yang banyak agar flu cepat mereda. Jika tak kunjung sembuh, lakukan pemeriksaan ke dokter segera. Virus influenza dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi rutin setiap tahunnya.

2. Demam Berdarah Dengue

Penyakit DBD sudah patut kita waspadai setiap musim pancaroba. Lakukan pencegahan berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD dengan kebiasaan baik 3M (mengubur, menguras dan menggunakan kembali) pada barang – barang disekitar kita.

3. Tipus

Tifoid atau yang sering kita kenal penyakit tipes juga harus diwaspadai. Penyakit ini disebabkan bakteri yang tumbuh karena sanitasi yang buruk atau tempat yang kumuh. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kita harus menjaga kebersihan diri dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bersih, serta mencuci tangan sebelum makan.

4. ISPA

Penyakit ISPA ini paling banyak di temukan pada anak di bawah lima tahun karena pada kelompok usia ini adalah kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan terhadap berbagai penyakit.

Proses terjadinya ISPA diawali dengan masuknya beberapa bakteri dari genus Streptokokus, Stafilokokus, Pneumokokus, Hemofillus, Bordetella, dan Korinebakterium dan virus dari golongan Mikrovirus (termasuk didalamnya virus para influenza dan virus campak), Adenoveirus, Koronavirus, Pikornavirus, Herpesvirus masuk ke dalam tubuh manusia melalui partikel udara (droplet infection).

Kuman ini akan melekat pada sel epitel hidung dengan mengikuti proses pernapasan maka kuman tersebut bisa masuk ke bronkus dan masuk ke saluran pernapasan yang mengakibatkan demam, batuk, pilek, sakit kepala , respiratory rate naik, infeksi telinga, nadi cepat dan tenggorok memerah.

Hal yang bisa dilakukan saat terserang  ISPA  adalah dengan meminta pertolongan tenaga professional kesehatan agar segera dilakukan pemeriksaan fisik, klinis dan laboratorium serta diberikan terapi farmakologis dan nonfarmakologis.

Ada beberapa cara untuk mencegah penyakit akibat musim pancaroba ini, antara lain :

1. Menjaga kebersihan makanan dan minuman, membersihkan tangan secara baik sesudah buang air besar atau menjelang makan.

2. Hati-hati mengonsumsi makanan, jangan jajan sembarangan.

3. Minum air yang bersih dan matang.

4. Menjaga kebersihan lingkungan, memberantas lalat, nyamuk, kecoa, dan semut.

5. Makan makanan yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup serta hidup yang teratur, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

6. Bila terjadi keluhan yang serius, segera pergi ke dokter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit pancaroba dbd influenza
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top