Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejala dan Pengobatan Chikunguya

Virus chikungunya menyebar ke orang-orang melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Wabah telah terjadi di berbagai negara seperti Afrika, Amerika, Asia, Eropa, K
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  13:18 WIB
Gejala dan Pengobatan Chikunguya
Nyamuk Aedes aegypti - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA —  Musim pancaroba yang saat ini terjadi, menyebabkan beberapa penyakit muncul. Salah satunya virus chikungunya. Chikungunya sendiri merupakan penyakit tropis yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Albopictus dan Aedes Aegypti.

Virus chikungunya menyebar ke orang-orang melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Wabah telah terjadi di berbagai negara seperti Afrika, Amerika, Asia, Eropa, Karibia, Samudra Hindia dan Pasifik.

Ada risiko virus akan menyebar ke daerah yang tidak terkena dampak oleh turis yang terinfeksi. 

Kasus chikungunya juga sudah muncul di Tangerang dimana beberapa orang disebutkan terinfeksi virus ini.

Gejala Chikungunya

Dikutip dari CDC, kebanyakan orang yang terinfeksi virus chikungunya akan mengalami beberapa gejala. Gejala biasanya mulai 3-7 hari setelah nyamuk yang terinfeksi menggigit Anda. Gejala yang paling umum adalah demam dan nyeri sendi.

Gejala lain adalah sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, atau ruam. Kematian akibat chikungunya jarang terjadi. Kebanyakan pasien merasa lebih baik dalam waktu seminggu. Namun, nyeri sendi bisa parah dan melumpuhkan dan bisa bertahan selama berbulan-bulan.

Orang yang berisiko terkena penyakit yang lebih parah adalah bayi baru lahir yang terinfeksi sekitar waktu kelahiran, orang dewasa yang lebih tua (≥65 tahun), dan orang dengan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung. Begitu seseorang terinfeksi, kemungkinan besar dia akan terlindungi dari infeksi di masa depan.

Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah atau obat untuk mengobati chikungunya. Namun Anda bisa merawat diri dengan cara tersebut:

  1. Beristirahatlah yang banyak
  2. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi
  3. Minum obat seperti acetaminophen (Tylenol®) atau parasetamol untuk mengurangi demam dan nyeri
  4. Jangan minum aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya sampai demam berdarah dapat disingkirkan untuk mengurangi risiko perdarahan
  5. Jika Anda minum obat untuk kondisi medis lain, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum minum obat tambahan

Jika Anda menderita chikungunya, cegah gigitan nyamuk selama minggu pertama sakit Anda. Selama minggu pertama sakit, virus chikungunya dapat ditemukan di dalam darah. Virus dapat ditularkan dari orang yang terinfeksi ke nyamuk melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain.

Pencegahan Chikungunya

Virus chikungunya menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Nyamuk menggigit pada siang dan malam hari. Belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus chikungunya.

Cara terbaik untuk mencegah chikungunya adalah dengan melindungi diri Anda dari gigitan nyamuk. Gunakan obat nyamuk, kenakan baju dan celana berlengan panjang, serta lakukan langkah-langkah pengendalian nyamuk di dalam dan di luar ruangan.

dr. Dini Anggraeni, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi virus chikungunya dengan cara sederhana, yakni 3M plus.

“Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilakukan dengan 3M plus. Yakni, menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat - rapat tempat penampungan air dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” papar Dini dikutip dari laman tangerangkota..go.id.

Sedangkan untuk plusnya, lanjut Dini, masyarakat bisa menaruh cairan larvasida atau abate pada tempat penampungan air yang telah dicuci bersih, menggunakan obat ataupun lotion nyamuk, hingga menggunakan kelambu pada saat tidur.

Selain itu, dr. Dini juga meminta agar masyarakat selalu terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mengonsumsi makanan yang bergizi.

“Dengan makan - makanan yang bergizi dan olahraga yang cukup, imun akan menjadi kuat. Sehingga, apapun penyakit dan virusnya, imun bisa melawan dan terhindar dari virus ataupun bisa melewati fase penyakit tersebut,” kata Dini.

Jika ditemukan gejala chikungunya, seperti demam, lemas, mual dan ciri khasnya yakni, nyeri sendi dan ruam kemerahan. Masyarakat dapat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chikungunya virus Gejala Penyakit nyamuk aedes aegypti
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top