Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Faktor Penyebab Wanita Lebih Rentan Terkena Stroke Dibanding Pria

Berdasarkan laporan statistik, disebutkan bahwa wanita cenderung memikul risiko stroke yang lebih besar. Berikut fakta-faktanya.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 09 Agustus 2022  |  18:53 WIB
Faktor Penyebab Wanita Lebih Rentan Terkena Stroke Dibanding Pria
Ilustrasi - Healthmeup
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun baik pria maupun wanita mengalami stroke, namun belakangan ini banyak orang mulai menyadari bahwa lebih banyak wanita mengalami stroke daripada pria.

Melansir dari Riverside pada Selasa (9/08/2022), wanita yang menderita stroke bisa mencapai 55.000 lebih banyak kasus dibanding pria tiap tahunnya.

Berdasarkan Pusat Statistik Kesehatan Nasional, stroke adalah penyebab kematian ketiga bagi wanita dan penyebab kematian kelima bagi pria.

Adapun, beberapa faktor-faktor yang membuat perempuan lebih rentan terkena stroke, disebabkan akibat kehamilan, harapan hidup yang lebih tinggi dibanding laki-laki, bahkan terkait faktor spesifik gender lainnya.

Elsie Achieng, M.D., seorang ahli saraf dengan Spesialis Neurologi Riverside pun menjelaskan, bahwa tekanan darah tinggi selama kehamilan menciptakan risiko stroke yang lebih tinggi bagi wanita yang lebih muda.

“Wanita berusia antara 20-39 tahun dua kali lebih mungkin terkena stroke daripada pria. Wanita di atas 85 tahun juga memiliki risiko stroke yang lebih tinggi daripada pria,” jelasnya,

Fakta tentang wanita dan stroke

Berdasarkan laporan statistik, disebutkan bahwa wanita cenderung memikul risiko stroke yang lebih besar. Berikut fakta-faktanya.

1. Stroke bisa membunuh lebih banyak wanita daripada kanker payudara. Lantaran penyakit ini sangat berbahaya dan bisa membunuh secara diam-diam akibat kelumpuhan otak.

2. Wanita lebih rentan meninggal akibat stroke daripada pria

3. Wanita cenderung mengalami stroke di usia lansia sehingga dampaknya lebih dahsyat dan mereka memiliki lebih banyak kecacatan.

4. Tiga dari empat pengasuh orang yang mengalami stroke adalah perempuan.

5. Wanita yang merawat penderita stroke lebih mungkin menderita masalah kesehatan seperti stres. Akibatnya, hal tersebut dapat meningkatkan faktor risiko stroke secara tidak langsung. Pasalnya, stres bisa memicu masalah penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak ini lewat komplikasinya seperti tekanan darah tinggi

Penyebab stroke pada wanita

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa pasokan darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.

Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

Gejala stroke yaitu sulit berjalan, berbicara, dan memahami, serta kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau tungkai.

Peningkatan risiko stroke pada wanita dikaitkan dengan:

1. Usia. Risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Secara statistik, wanita hidup lebih lama daripada pria.

2. Fibrilasi atrium. Detak jantung tidak teratur ini, juga dikenal sebagai AFib, meningkatkan risiko stroke pada wanita di atas usia 75 hingga 20 persen.

3. Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah penyebab utama stroke. Sekitar satu dari tiga wanita memiliki tekanan darah tinggi tahap 2 (lebih besar dari atau sama dengan 140/90 mmHg), tetapi hanya setengahnya yang terkendali, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Tekanan darah tinggi membuat pembuluh darah tegang, yang bisa membuatnya pecah.

4. Kehamilan. Tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan stroke.

5. Obat hormonal. Bagi wanita yang sudah berisiko tinggi terkena stroke, mengonsumsi pil KB dapat meningkatkan risikonya, terutama jika mereka merokok. Terapi penggantian hormon pada wanita selama menopause sedikit meningkatkan risiko stroke karena dapat menyebabkan pembekuan darah dan meningkatkan tekanan darah.

6. Migrain. Seperti yang dikutip dari WebMD, beberapa penelitian telah menyimpulkan kalau migrain bisa menyebabkan adanya peradangan pada arteri. Hal ini bisa menyebabkan darah menggumpal dan membeku lebih mudah, sehingga kedua hal tersebut bisa meningkatkan risiko terserang stroke. Ada kemungkinan juga Anda terkena stroke saat Anda mengalami migrain, tapi bukan berarti migrain menyebabkan stroke. Jika Anda sakit kepala, obat-obatan tertentu untuk sakit kepala migrain termasuk neverapine dan triptans, bisa mempersempit pembuluh darah Anda sehingga meningkatkan risiko stroke.

7. Kebiasaan merokok

8. Kegemukan

9. Komplikasi kehamilan. Adanya riwayat komplikasi kehamilan juga dapat menunjukkan risiko stroke yang lebih tinggi. Masalah-masalah ini termasuk diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi selama atau segera setelah kehamilan

10. Menstruasi di bawah usia 10 tahun. Studi yang dipublikasikan dalam CardioRenal Medicine menyebutkan, wanita yang mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun, rentan mengalami beberapa penyakit, seperti stroke, penyakit jantung, histerektomi (pengangkatan jantung), serta komplikasi kehamilan.

11. Menopause sebelum usia 45 tahun. Pasalnya, saat menopause, jumlah hormon estrogen di tubuh menurun drastis, padahal salah satu fungsi estrogen melindungi tubuh terhadap penyakit jantung.

Mengurangi risiko stroke pada wanita

Membuat perubahan gaya hidup sebagian besar dapat mencegah stroke pada wanita. Ini termasuk berhenti merokok, menjaga berat badan yang sehat dan berolahraga. Dr. Achieng pun menjelaskan bahwa sejumlah dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mengonsumsi aspirin dosis harian karena mengencerkan darah dan mengurangi pembekuan, tetapi itu akan tergantung pada individu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stroke serangan jantung perempuan usia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top