Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Long Covid, Berikut Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari

Penderita covid, berikut sejumlah makanan dan minuman yang harus Anda hindari untuk cegah long covid
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 09 September 2022  |  19:58 WIB
Cegah Long Covid, Berikut Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari
Ilustrasi-Yogurt - Thetimes.co.uk
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Virus Covid-19 umumnya menginfeksi orang selama 10 hingga 14 hari.

Begitupun gejala yang dirasakan. Namun pada beberapa kasus, gejala yang ditimbulkan oleh virus ini menetap dalam waktu yang lama di dalam tubuh.

Kondisi ini biasa disebut long Covid, saat seorang penyintas Covid-19 merasakan gejala Covid-19 dalam waktu yang lama.

Berikut ini fakta mengenai long Covid berdasarkan indiatimes.

Gejala long Covid

Pada long Covid, umumnya orang mengalami kelanjutan gejala hingga lebih dari 12 minggu setelah terpapar virus Covid-19. Gejala itu meliputi kelelahan, kabut otak, mata merah, sakit kepala serta jantung yang berdebar lebih cepat.

Meskipun belum ada obat yang ditemukan untuk menangani gejala long Covid. Namun para penderita long Covid biasanya melarang makanan mengandung histamin agar tidak memperburuk gejala long Covid.

Antihistamin si peringan gejala long Covid

Para ahli kesehatan melihat bahwa pasien Covid-19 pulih dan merasa kesehatannya membaik setelah mengonsumsi antihistamin. Sementara gejala Covid-19 sama seperti para penderita antihistamin, lalu gejala long Covid tak ubahnya gejala Covid-19 yang menetap dalam waktu lama, jadi tak punyai banyak perbedaan. Maka Antihistamin dipercaya bisa meringankan gejala yang dialami para penderita long Covid.

Histamin sendiri merupakan bahan kimia yang dikeluarkan dalam tubuh untuk melawan alergen potensial yang dapat memicu bersin, menangis ataupun gatal.

Melakukan diet histamin

Jika long Covid terjadi akibat dari intoleransi histamin, maka mengurangi makanan yang mengandung histamin adalah cara yang tepat untuk mengurangi gejalanya.

Hal ini bisa dilihat dari percobaan mengubah pola makan, jika ternyata ditemukan penyebab lain yang menyebabkan long Covid, maka makanan mengandung histamin tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan. Namun jika ternyata berpengaruh dan menimbulkan peradangan, maka diet histamin harus dilakukan.

Berikut makanan mengandung histamin yang harus dihindari menurut Healthline:

●     Alkohol Dan minuman fermentasi lainnya

●     Makanan fermentasi seperti yogurt ataupun asinan kubis

●     Alpukat

●     Buah kering

●     Terong

●     Bayam

●     Kerang

●     Daging olahan ataupun daging asap

Berikut makanan yang bisa memicu pelepasan histamin seperti:

●     Alkohol

●     Pisang

●     Tomat

●     Bibit gandum

●     Kadang polong

●     Coklat

●     Pepaya

●     Kacang kenari, kacang mete dan kacang tanah

Mengonsumsi makanan sehat

Jika makanan mengandung histamin dilarang bagi penderita long Covid akibat intoleransi histamin, makanan ini dianjurkan dikonsumsi untuk penderita long Covid. Ahli kesehatan menganjurkan penderita long Covid untuk mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti jeruk, paprika, kentang, stroberi serta brokoli.

Selain itu, makanan dengan quercetin seperti apel merah, bawang, anggur, serta buah beri juga dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita long Covid. Lalu sayuran segar harus disajikan setiap harinya.

Perawatan lain seperti beristirahat dengan cukup serta berolahraga cukup sangat penting untuk dilakukan. Karena hal tersebut bisa yang meningkatkan kekebalan tubuh serta mengurangi gejala long Covid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Virus Corona makanan makanan sehat
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top