Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejala Demensia, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Berikut ini adalah gejala dari demensia, penyakit pikun yang mehyerang lansia dan cara mencegahnya.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 13 September 2022  |  13:48 WIB
Gejala Demensia, Penyebab dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi demesia - usdoj.gov
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saat beranjak memasuki usia senja, sebagian orang mengalami pikun. Namun, kini kepikunan atau demensia tidak hanya diderita oleh orang lanjut usia saja, tetapi orang yang masih berusia muda pun bisa terkena penyakit ini.

Penyakit ini meliputi penurunan fungsi intelektual yang menyebabkan deteriorasi kognisi serta fungsional. Ini memungkinkan seorang penderita demensia atau alzheimer akan mengalami kesulitan dalam pekerjaan sehari-hari dan aktivitas sosial.

Berikut ini fakta-fakta mengenai demensia berdasarkan Pusat Analisis Determinan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Kebingungan jadi salah satu tanda awal derita demensia

Ada setidaknya 10 tanda awal menderita demensia.

·  Menurunnya daya ingat, hingga bisa melupakan hal-hal dasar seperti lupa nama.

· Kebingungan. Dalam film sering sekali ada adegan orang dengan demensia yang lupa rumahnya sendiri, hingga berjalan kebingungan tanpa arah. Ini bukan hanya cerita fiksi, tetapi memang merupakan gejala awal demensia.

· Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menggunakan pakaian.

· Kesulitan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan, seperti bekerja.

· Menjadi emosional, mudah marah, karena alami perubahan kepribadian.

· Tidak bisa mengikuti instruksi

· Mengalami masalah komunikasi

· Memburuknya kemampuan visual dan spasial

· Hilangnya keinginan untuk melakukan sesuatu atau mencapai sesuatu

· Alami gangguan yang sebabkan hilangnya pola tidur secara normal

Demensia vaskuler disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah otak

Demensia terdiri dari dua jenis, demensia vaskuler dan non vaskuler. Pada demensia vaskuler, kepikunan yang terjadi disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah otak. Besar kecil sumbatan ini juga bisa mempengaruhi perilaku penderita demensia.

Jika sumbatannya relatif kecil, maka perilaku yang timbul pun kadang-kadang lebih baik. Dan sebaliknya, jika sumbatannya merupakan sumbatan total, maka perilakunya akan lebih buruk.

75% demensia vaskuler disebabkan oleh stroke sumbatan

Diperkirakan sebanyak 75% lenderita demensia vaskuler disebabkan oleh stroke sumbatan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal seperti hipertensi, penyakit kolesterol, diabetes melitus, asam urat tinggi, dehidrasi serta kurangnya aktivitas fisik maupun olahraga.

Daerah mana yang tersumbat juga mempengaruhi gangguan yang timbul. Seperti sumbatan terjadi pada area otak yang punyai fungsi berhubungan dengan memori, budaya, ingatan, moral, etika dan bicara, maka gangguan yang timbul juga akan meliputi hal-hal tersebut.

Demensia non vaskuler disebabkan oleh gangguan kondisi otak

Berbeda dengan demensia vaskuler yang disebabkan oleh sumbatan, demensia non vaskuler disebabkan oleh tumor otak, kanker otak, infeksi meningitis. Selain itu, kekurangan vitamin, kekurangan minera, kekurangan antioksidan, konsumsi alkohol berlebih, depresi dan pengaruh obat-obatan juga bisa mempengaruhi demensia non vaskuler.

Orang dengan gagal jantung punyai risiko lebih tinggi

Selain orang dengan stroke, penderita berbagai penyakit seperti gagal jantung, diabates, punyai cedera otak juga punyai faktor risiko yang tinggi terkena penyakit ini. Orang dengan usia di atas 60 tahun dan punyai keluarga dengan riwayat penyakit ini juga sudah pasti menjadi bagian dari faktor risiko demensia.

Menjaga kolesterol jadi salah satu cara menunda demensia

Demensia mungkin saja bisa terjadi pada siapapun ketika sudah memasuki usia senja, namun kedatangannya bisa ditunda. Beberapa hal ini adalah tips untuk menunda demensia:

· Mengatur kadar kolesterol dalam darah

· Mengatur tekanan darah

· Mengelola diabetes

· Melakukan olahraga ataupun aktivitas fisik secara teratur

· Melakukan kegiatan yang bisa merangsang pikiran

· Meningkatkan kualitas hidup

· Menerapkan gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Demensia pikun tips sehat
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top