Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah Bersepeda Bikin Mandul dan Disfungsi Ereksi, Ini Jawaban Ahli

Spesialis kedokteran olahraga Dhika Respati mengamini bahwa bersepeda memang memiliki potensi untuk mengganggu aliran darah terhadap daerah intim.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 19 September 2022  |  03:00 WIB
Benarkah Bersepeda Bikin Mandul dan Disfungsi Ereksi, Ini Jawaban Ahli
Warga mengayuh sepeda di jalan kawasan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (8/5/2022). Usai lebaran, warga kembali aktif bersepeda di kawasan pedesaan kaki Gunung Wilis. - Antara - Siswowidodo.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Spesialis kedokteran olahraga Dhika Respati mengamini bahwa bersepeda memang memiliki potensi untuk mengganggu aliran darah di daerah intim.

"Banyak yang anggap bersepeda bisa membuat kemandulan, bikin sperma jelek, disfungsi ereksi ini sebenarnya benar adanya. Dalam benarnya di sini bisa mengganggu fungsi atau aliran darah ke situ," katanya dalam acara brand launching Welspro, Minggu (18/9/2022).

Lebih lanjut, Dhika mengatakan bahwa memang banyak isu yang berkembang di masyarakat bahwa bersepeda bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi. Kondisi ini ditandai dengan penis yang sulit mengeras dan sulit mempertahankan ereksi.

Menurutnya, tidak mengherankan jika bersepeda panjang akan ada sensasi kebas di area intim sebab aliran darah yang menuju daerah tersebut terganggu. Kendati demikian, dia memastikan bahwa bersepeda bukan menjadi penyebab utama dari kemandulan.

"Jadi bisa dibilang tidak harga mati sepedaan bikin mandul bahkan penelitian menunjukkan kalau memang ada gangguan aliran darah disfungsi ereksi itu hanya sementara saja temporer," katanya.

Dhika juga memberikan beberapa tips bagi pria yang gemar bersepeda untuk menghindari terjadinya disfungsi ereksi ketika bersepeda. Mulai dari menggunakan padding, hingga menggunakan saddle yang tidak terlalu sempit.

"Ada beberapa trik pertama pakai padding, menggunakan saddle yang tidak terlalu sempit sehingga pressure di daerah selangkangan tidak terlalu besar kemudian sering berdiri dari pedal untuk kembali mengalirkan darah ke area itu," ujarnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa saat ini kebutuhan masyarakat untuk mengerti tentang cara berolahraga yang tepat dan mendapatkan pendampingan dari ahli secara komprehensif sangatlah penting, apalagi bagi mereka yang mengalami kondisi khusus seperti cedera atau penyakit lainnya.

“Oleh karena itu, kami menghadirkan brand baru Welspro, sebagai brand baru dari sebuah wellness clinic yang bergerak di bidang Sport Performance and Injury Management,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bersepeda kesehatan olahraga reproduksi kedokteran
Editor : Reni Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top