Kismis/boldsky.com
Health

Tren Cicipi Buah Kering, Penderita Diabetes Harap Hati-Hati

Widya Islamiati
Jumat, 30 September 2022 - 19:42
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan para food vlogger yang merekomendasikan untuk mengonsumsi buah dalam bentuk kering.

Mengonsumsi buah kering kerapkali menjadi alternatif yang diambil oleh ibu ketika mendapati anaknya susah mengonsumsi makanan kaya nutrisi ini. 

Selain mengubah gaya makan buah menjadi lebih menyenangkan, camilan buah kering atau keripik buah ini memang disukai anak-anak. Namun, kehilangan kandungan air membuat kandungan nutrisi buah juga menjadi berkurang.

Dilansir dari Medicalnewestoday, beberapa buah yang memiliki kandungan gula tinggi, hal ini berakibat pada peningkatan kadar gula dalam darah. Sehingga bisa memicu penyakit diabetes.

Meskipun buah merupakan sumber vitamin serta mineral penting, seperti vitamin C dan potasium. Tetapi, Healthline menyebut, buah yang dikeringkan justru akan membuat kadar gula yang ada di dalamnya menjadi lebih pekat.

Hal ini dikarenakan pada proses pengeringan, air dalam buah yang mengandung berbagai nutrisi tinggi ini dihilangkan. Sehingga yang tersisa adalah kandungan gila yang konsentrasinya menjadi lebih pekat.

Salah satu produk buah yang dikeringkan adalah kismis, karena kismis merupakan anggur yang dikeringkan. Perbedaan kandungan karbohidrat pada kismis dan anggur cukup terlihat. 

Sekitar satu cangkir atau 145 gram kismis setidaknya mengandung 115 gram karbohidrat, yang 5,4 gram diantaranya merupakan serat. Sedangkan pada satu cangkir anggur atau setara dengan 151 gram, mengandung 27,3 gram karbohidrat dan 1,4 gram diantaranya merupakan serat. 

Terlihat bahwa kismis mengandung empat kali lebih banyak karbohidrat dibandingkan dengan anggur. Hal ini juga berlaku bagi buah kering lainnya jika dibandingkan dengan jenis buah yang sama namun dalam bentuk yang segar.

Para penderita diabetes harus membatasi konsumsi buah kering ataupun beberapa jenis buah yang memiliki kandungan gula tinggi. Buah seperti apel ataupun buah beri bisa menjadi solusi, sebab keduanya memiliki kandungan gula yang relatif rendah.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro