Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini 9 Tips Mencegah Serangan Jantung dan Stroke di Usia Muda

Ada beberapa makanan dan gaya hidup yang harus kamu lakukan untuk mencegah penyakit jantung dan stroke.
Ileny Rizky
Ileny Rizky - Bisnis.com 31 Oktober 2022  |  17:10 WIB
Ini 9 Tips Mencegah Serangan Jantung dan Stroke di Usia Muda
Penyakit stroke bisa dicegah sejak usia muda dengan mengonsumsi makanan mengandung lemak tak jenuh.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Serangan jantung merupakan gangguan pada tubuh yang mana otot jantung tidak mendapatkan aliran darah. Tak boleh dianggap remeh, penyakit jantung ini dapat menyebabkan kematian.

American Heart Association mengungkapkan bahwasannya penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor 1 di Amerika Serikat. Sementara itu, Stroke menjadi penyebab kematian nomor 5 di Amerika Serikat.

Salah satu penyebab utama terjadinya penyakit ini adalah dari kurangnya komitmen diri untuk menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup merupakan salah satu pertahanan terbaik untuk melawan penyakit jantung dan stroke.

Simak 9 cara mencegah jantung, serangan jantung, dan stroke:

1. Berhenti merokok

Jika Anda seorang perokok, segera berhentilah. Jika ada orang di rumah Anda merokok, tegur mereka untuk berhenti. Meskipun berat, tetapi cara ini akan lebih mudah untuk Anda dapat segera pulih dari serangan jantung atau stroke atau hidup dengan penyakit jantung kronis. 

2. Pilih nutrisi yang baik

Diet sehat menjadi salah satu senjata terbaik yang Anda miliki untuk melawan penyakit kardiovaskular. 

Makanan dan jumlahnya yang Anda makan dapat memengaruhi faktor risiko lain seperti kolesterol, tekanan darah, diabetes, dan obesitas. Pilihlah makanan kaya akan nutrisi, memiliki vitamin, mineral, serat, dan lebih rendah kalori.

Pilih menu makan yang menekankan asupan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, termasuk produk susu rendah lemak, ikan, kacang-kacangan, minyak nabati nontropis, dan kacang-kacangan.

3. Kurangi asupan lemak

Lemak yang bersarang di arteri merupakan awal dari bencana. Cepat atau lambat, itu dapat memicu terjadinya serangan jantung atau stroke. 

Kurangi asupan lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol dan mulailah melakukan banyak aktivitas. 

Perhatikan keterangan berikut:

- Kolesterol

Total Skor kolesterol total Anda dihitung menggunakan persamaan berikut: HDL + LDL + 20 persen dari tingkat trigliserida Anda.

Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) merupakan kolesterol jahat. Kadar kolesterol LDL yang rendah dianggap baik untuk kesehatan jantung Anda. 

Menurut AHA, jumlah LDL seharusnya tidak lagi menjadi faktor utama dalam memandu pengobatan untuk mencegah serangan jantung dan stroke. 

Bagi pasien yang memakai statin, sebuah pedoman menyebutkan bahwa mereka tidak perlu lagi menurunkan kadar kolesterol LDL ke jumlah target tertentu. 

Kolesterol High Density Tipoprotein (HDL) merupakan kolesterol baik. Dengan kolesterol HDL, kadar yang lebih tinggi biasanya lebih baik. Kolesterol HDL rendah menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi untuk penyakit jantung. Orang dengan trigliserida darah tinggi biasanya juga memiliki kolesterol HDL yang lebih rendah. Faktor genetik, diabetes tipe 2, merokok, kelebihan berat badan, dan tidak banyak bergerak dapat menurunkan kolesterol HDL.

Trigliserida merupakan jenis lemak yang paling umum dalam tubuh. Kadar trigliserida normal bervariasi, berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Tingkat trigliserida tinggi dikombinasikan dengan kolesterol HDL rendah, atau kolesterol LDL tinggi dikaitkan dengan aterosklerosis, penumpukan timbunan lemak di dinding arteri yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

4. Menurunkan tekanan darah tinggi

Langkah ini menjadi faktor risiko utama untuk stroke penyebab utama kecacatan di Amerika Serikat.  

Pemulihan stroke merupakan hal yang sulit dan. Tekanan darah yang optimal adalah kurang dari 120/80 mmHg.

5. Gaya hidup aktif

Penelitian telah menunjukkan bahwa dengan setidaknya 150 menit per minggu melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang, maka dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol dan menjaga berat badan. Bahkan aktif bergerak dalam beberapa menit pada suatu waktu dapat menawarkan beberapa manfaat kesehatan. 

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang yang telah mencapai tingkat kebugaran sedang, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal lebih awal daripada mereka yang tingkat kebugarannya rendah.

6. Menjaga berat badan

Obesitas sangat lazim di Amerika, tidak hanya untuk orang dewasa tetapi juga untuk anak-anak. Suplemen diet bukanlah jawaban yang tepat untuk menurunkan berat badan.

Dengan nutrisi yang baik, mengontrol asupan kalori dan melakukan gerakan aktivitas fisik merupakan satu-satunya cara untuk menjaga berat badan yang sehat. 

Obesitas menempatkan Anda pada risiko kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan resistensi insulin, prekursor diabetes tipe 2 atau faktor yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. 

Indeks Massa Tubuh Anda (BMI) itulah yang justru dapat membantu memberi tahu apakah berat badan Anda sehat.

7. Kelola diabetes

Sedikitnya 68 persen orang yang berusia lebih dari 65 tahun dengan Diabetes Melitus (DM) meninggal karena beberapa bentuk HD. Sebanyak 16 persennya dikatakan meninggal karena stroke.

Faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik dapat sangat meningkatkan peluang seseorang dengan diabetes untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular.

8. Mengurangi stres

Beberapa penelitian telah mencatat adanya hubungan antara risiko penyakit jantung koroner  dan stres dalam kehidupan seseorang, yang dapat mempengaruhi faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebagai contoh, orang yang sedang stres mungkin akan makan dengan jumlah yang berlebihan, mulai merokok, atau merokok lebih banyak daripada yang seharusnya. 

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa reaksi stres pada orang dewasa muda itu memprediksi adanya risiko tekanan darah pada usia paruh baya.

9. Hindari alkohol

Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, meningkatkan kardiomiopati, stroke, kanker, dan penyakit lainnya. 

Alkohol dapat berkontribusi pada trigliserida tinggi dan menghasilkan detak jantung yang tidak teratur. Konsumsi alkohol yang berlebihan berkontribusi pada obesitas, alkoholisme, bunuh diri, dan kecelakaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung penyakit jantung serangan jantung sakit jantung merokok stroke
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top