Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dampak Anemia, Bisa Sebabkan Stunting hingga Kematian

Beragam dampak buruk anemia yang bisa memicu kematian pada anak hingga dewasa.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  20:35 WIB
Dampak Anemia, Bisa Sebabkan Stunting hingga Kematian
Ilustrasi sel darah merah - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anemia akibat kekurangan zat besi yang menimbulkan lesu, lelah, letih, lemah, dan lalai di Indonesia masih dianggap sebagai penyakit yang biasa. Padahal, dampak dari penyakit ini bisa menimbulkan stunting jika terjadi pada anak ataupun bayi.

“Salah satu dampak dari anemia yang paling kami antisipasi adalah stunting, jika misalnya anemia tidak dijaga sejak dini, maka dampaknya adalah terjadinya stunting,” ungkap Sub Koordinator Substansi Advokasi Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes Dwi adi Maryandi saat ditemui di acara Launching Anemiameter P&G Health di Jakarta.

Dwi Adi juga menyebutkan, jika anak sudah terkena stunting, banyak hal yang dapat terpengaruhi akibat penyakit ini, termasuk gangguan kekebalan tubuh yang tingkatkan risiko terkena penyakit.

“Jika sudah terkena stunting akibat salah satunya tadi anemia, (terjadi) penurunan kecerdasan, produktivitas rendah dan risiko terkena penyakitnya tinggi,” tambah Dwi Adi.

Data dari berbagai sumber juga menyebutkan, anak dengan stunting memasang memiliki sekitar 11 poin IQ yang lebih rendah dibandingkan dengan IQ rata-rata anak, selain itu, anak dengan stunting juga diestimasi memiliki penurunan kapasitas penghasilan sebesar 22 persen, sehingga produktivitas dunia usaha bisa menjadi tidak kompetitif.

Lalu, anak dengan stunting juga memiliki probabilitas kematian hingga 3 kali lipat, akibat penyakit. Hal ini tentu membuat beban kesehatan negara dapat membengkak.

Selain stunting, Ketua Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma menyebutkan, dampak lain yang bisa ditimbulkan akibat anemia adalah gagal jantung.

“Kalau dia anemia yang kronik, jantungnya yang kencang degupnya jadi lama-lama gagal jantung, jadi suatu saat dia bisa meninggal karena jantungnya gak bisa memompakan lagi (darah),” kata dr. Djumhana saat ditemui di acara Launching Anemiameter P&G Health di kawasan Menteng Jakarta Pusat pada Rabu (30/11/2022).

Lebih lanjut, dr. Djumhana menjelaskan, kekurangan zat besi yang sebabkan anemia ini juga bisa menyebabkan kematian.

“Karena anemia kekurangan zat besi, untuk imunnya segala macam, sehingga sistem imunnya (lemah) sehingga mudah infeksi, sepsis dan meninggal juga akhirnya,” jelas dr. Djumhana.

P&G Health Indonesia dalam hal ini merilis Anemiameter. Ini merupakan platform berbentuk laman web yang berfungsi untuk mendeteksi risiko anemia akibat kekurangan zat besi. Tautan untuk Anemiameter ini bisa didapat di bio laman Instagram Sangobion4life.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anemia Gejala Penyakit penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top