Gejala kanker ovarium. /boldsky.com
Health

5 Jenis Kanker Ginekologi dan Gejalanya

Mia Chitra Dinisari
Selasa, 13 Desember 2022 - 18:01
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kanker merupakan penyakit kronis yang dapat terjadi pada siapa saja.

Kanker mengacu pada pertumbuhan sel-sel tubuh yang tidak terkendali, yang dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, tergantung pada apakah terdeteksi tepat waktu atau tidak.

Karena itu, diagnosis yang cepat dan segera, diikuti dengan perawatan yang tepat dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan.

Untuk melakukan itu, menyadari gejala dan tanda-tanda kanker sangatlah penting. Beberapa gejala khususnya dapat menandakan 5 jenis kanker yang berhubungan dengan sistem reproduksi wanita, disebut juga kanker ginekologi.

Apa itu kanker ginekologi?

Kanker ginekologi mengacu pada kanker atau sel tumor yang berkembang di organ reproduksi wanita.

Menurut Cancer Research UK, jenis kanker ini dapat menyerang wanita, beberapa pria transgender dan orang non-biner ditetapkan sebagai wanita saat lahir.

Beberapa kanker ginekologi yang umum meliputi:

- ovarium

- Serviks

- Rahim

- Vagina

- Vulva

Gejala umum yang dapat mengindikasikan 5 jenis kanker

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ada gejala tertentu yang umum terjadi pada 5 jenis kanker. Ini termasuk:

- Pendarahan atau keputihan yang tidak normal kecuali kanker vulva

- Nyeri panggul

- Vagina gatal, terbakar, nyeri, atau nyeri tekan

- Kebutuhan buang air kecil yang lebih sering atau mendesak

Siapa yang berisiko?

Setiap wanita berisiko terkena kanker ginekologi. Namun, ada beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ginekologi. Ini termasuk riwayat keluarga, obesitas, usia dan HPV.

Diagnosis dan pengobatan dini sangat penting untuk pemulihan segera dan lancar. Saat dan ketika Anda melihat gejalanya, para ahli menyarankan untuk berbicara dengan dokter dan menjalani tes yang diperlukan. Ini termasuk: pap smear yang dapat membantu mendeteksi kanker serviks dan rahim, pemeriksaan panggul yang memeriksa vagina, leher rahim, rahim, saluran tuba, ovarium, dan rektum, dan tes sampel jaringan endometrium yang memeriksa sel-sel abnormal atau tanda-tanda rahim kanker.

CDC merekomendasikan mendapatkan vaksin HPV, yang dapat mengurangi risiko kanker serviks, vagina, dan vulva. HPV atau human papillomavirus adalah infeksi menular seksual yang umum. Vaksin ini direkomendasikan untuk siapa saja yang berusia 11 hingga 12 tahun, tetapi dapat diberikan mulai usia 9 tahun.

Selain itu, pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi segala bentuk kanker tepat waktu. Penting juga untuk mengenali tanda-tanda peringatan dan tidak menganggap enteng gejalanya.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro