Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah Tetapkan Booster Kedua Vaksin Covid-19, Ini Daftarnya

Kemenkes menetapkan pemberian vaksinasi booster kedua Covid-19 dimulai pada 24 Januari 2023.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 21 Januari 2023  |  21:09 WIB
Pemerintah Tetapkan Booster Kedua Vaksin Covid-19, Ini Daftarnya
Seorang petugas medis memberikan suntikan vaksin Covid-19, di Moskow, Rusia, Selasa (8/12/2020). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan atau Kemenkes telah menetapkan aturan pemberian vaksin booster kedua Covid-19. Hal itu tercantum dalam S.E No. HK.02.02/C/380/2023 Tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster Ke-2 Bagi kelompok Masyarakat Umum.

Berbagai jenis vaksin dan kombinasi pemberian booster pertama pun telah ditetapkan Kemenkes. Hal itu mengacu kepada Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta stok vaksin yang ada.

Kemenkes menetapkan pemberian booster kedua dimulai pada 24 Januari 2023. Sasaran pemberian booster kedua adalah masyarakat dengan usia di atas 18 tahun.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Muhammad Syahril mengungkapkan pemberian booster kedua diberikan dengan syarat rentang enam bulan pasca pemberian booster pertama. Selain itu,  masyarakat tidak perlu mendapatkan tiket sebagai prasyaratnya.

Dia mengingatkan vaksinasi dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau pos pelayanan vaksinasi Covid-19.  “Kami mengimbau kepada masyarakat yang memang belum divaksinasi ataupun vaksinasinya belum lengkap, agar secepatnya dilengkapi. Jangan menunda dan jangan pilih-pilih vaksin, karena vaksinasi terbaik adalah vaksinasi yang dilakukan sekarang juga,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Sabtu (21/1/2023).

Berikut daftar vaksin untuk booster kedua:

1.    Kombinasi untuk booster pertama Sinovac

 

-       AstraZeneca diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

-       Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml

-       Moderna diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

-       Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

-       Sinovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

-       Zifivax dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

-       Indovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

-       Inavac dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

 

2.       Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca

-       Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

-       Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml

-       AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

 

3.       Kombinasi untuk booster pertama Pfizer

 

-       Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml

-       Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

-       AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

 

4.       Kombinasi untuk booster pertama Moderna

 

-       Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

-       Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml

 

5.       Kombinasi untuk booster pertama Janssen (J&J)

 

-       Janssen (J&J) diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

-       Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml

-       Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

 

6.       Kombinasi untuk booster pertama Sinopharm

 

-       Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

-       Zivifax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 vaksinasi Vaksin Vaksin Booster Vaksin Booster Covid-19 Vaksin Sinopharm
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top