Tes urine/genengnews.com
Health

Kenali Tanda-tanda Kebocoran Urine

Arlina Laras
Kamis, 30 Maret 2023 - 12:03
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Inkontinensia urin, atau yang juga disebut dengan kebocoran urin, merupakan masalah yang biasa terjadi, namun banyak orang yang cenderung meremehkan. 

Menurut sebuah penelitian dalam satu survei, hampir 3 dari 4 wanita dengan inkontinensia urin tidak membahas masalah ini dengan dokter umum mereka, dengan alasan yang paling umum adalah mereka terlalu malu untuk membicarakan hal ini. 

Inkontinensia urin adalah ketidakmampuan untuk mengontrol pengeluaran urin dari kandung kemih. Ini biasanya terjadi karena peregangan berlebihan atau kelemahan otot yang sekitar saluran kencing, kandung kemih tidak dapat dikosongkan sepenuhnya atau adanya tekanan yang salah pada kandung kemih

Gejala yang mengindikasikan kebocoran urin

1. Secara tidak sengaja mengeluarkan urin saat berolahraga,

2. Tertawa

3. Batuk, atau bersin

4. Keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat. 

5. Sulit mengosongkan kandung kemih 

6. Tidak sengaja kehilangan kendali kandung kemih 

7. Prolaps: pada wanita, hal ini dapat dirasakan sebagai tonjolan di vagina atau perasaan berat, tidak nyaman. 

Bagaimana kebocoran urin bisa terjadi?

Konsultan Fisioterapis di Sir HN Reliance Foundation Hospital & Research Center Bijal Dodia , mengatakan otot panggul yang lemah dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk kehamilan dan persalinan, usia, kurangnya aktivitas fisik, dan faktor genetik. Hal lain yang dapat menyebabkan kebocoran urin dan inkontinensia urin ketika seseorang terlalu mengejan ketika buang air besar.

Tidak hanya itu, kelebihan berat badan atau obesitas, mengangkat berat (misalnya di tempat kerja atau gym ), batuk atau bersin kronis (misalnya karena asma, merokok, atau COVID) hingga cedera  pada daerah panggul (misalnya jatuh, operasi atau radioterapi panggul) atau bahkan diabetes juga bisa menjadi pemicu kebocoran urin. 

Mencegah Kebocoran Urin

Melansir dari Healthline, untuk mencegah inkontinensia urin, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. 

1. Melakukan latihan kegel, untuk menguatkan otot panggul. Latihan Kegel dapat membantu mengurangi kebocoran urin dan meningkatkan kontrol atas aliran urin.

2. Menghindari makanan atau minuman yang dapat memicu keinginan untuk buang air kecil, seperti alkohol, kafein, dan minuman berkarbonasi.

3. Menjaga berat badan yang sehat dan aktif secara fisik. Obesitas dan kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan otot panggul menjadi lemah dan menyebabkan inkontinensia urin.

4. Menghindari merokok, karena merokok dapat merusak otot panggul dan menyebabkan inkontinensia urin.

5. Menggunakan produk pelindung seperti pembalut atau popok dewasa jika diperlukan.

6. Berbicara dengan dokter atau terapis fisik untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, seperti terapi fisik atau penggunaan alat bantu.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk mengatasi inkontinensia urin yang lebih parah. Namun, ini biasanya hanya dilakukan setelah metode konservatif seperti latihan Kegel dan perubahan gaya hidup sudah dicoba.

Tidak hanya itu, Dodia menjelaskan fisioterapi dapat menjadi pengobatan yang sangat membantu untuk inkontinensia. 

Pilihan perawatan berbasis olahraga dan bebas obat ini bekerja dengan membantu pasien mengendalikan gejala mereka dan mengurangi atau menghilangkan kebutuhan akan obat inkontinensia, pembedahan, dan pembalut/pakaian dalam khusus. 

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro