Hipertensi. /Bisnis.com
Health

Ladies, Ini Penyebab Utama Hipertensi pada Perempuan

Mia Chitra Dinisari
Senin, 13 November 2023 - 11:15
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam kesehatan global, hipertensi menjadi masalah umum yang mempengaruhi hampir 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Namun, yang membuat statistik ini semakin penting adalah kenyataan bahwa dua pertiga dari orang-orang ini tinggal di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, bukanlah masalah yang serius namun merupakan masalah yang menantang dan memerlukan perhatian kita karena potensi implikasinya yang serius.

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, terjadi ketika kekuatan darah yang mendorong dinding pembuluh darah terlalu kuat, seperti mencapai tingkat 140/90 mmHg atau bahkan lebih tinggi.

Meskipun lazim terjadi, dampaknya dapat meningkat menjadi masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani.

Dilansir dari timesofindia, penderita tekanan darah tinggi seringkali tidak mengalami gejala yang nyata, sehingga penyakit ini tidak terdeteksi.

Berikut adalah 5 alasan mengejutkan mengapa wanita, khususnya, terkena penyakit hipertensi.

1. ​Kelebihan berat badan atau obesitas

Di luar dampaknya terhadap skala, obesitas terbukti menjadi kontributor signifikan terhadap hipertensi di kalangan perempuan. Penelitian yang dipublikasikan di US National Library of Medicines menunjukkan bahwa sekitar 20-30% kasus hipertensi berhubungan dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Implikasinya sangat mengejutkan, dengan peningkatan prevalensi hipertensi sebesar 2-6 kali lipat di antara mereka yang memiliki berat badan berlebih.

Hikmahnya? Memulai perjalanan menuju penurunan berat badan sebesar 5–10% berkorelasi langsung dengan penurunan faktor risiko kardiovaskular, termasuk hipertensi.

2. ​Gaya hidup Sedentari

Gaya hidup modern yang tidak banyak bergerak, yang ditandai dengan tidak melakukan aktivitas dalam waktu lama, lebih dari sekedar preferensi, namun juga merupakan faktor risiko hipertensi di kalangan wanita.

Menekankan pentingnya pergerakan, kurangnya aktivitas fisik melipatgandakan risiko penyakit kardiovaskular.

Namun, penawar dari dilema menetap ini terletak pada aktivitas aerobik ringan hingga sedang secara teratur.

Olahraga semacam ini menghadirkan peluang transformatif, yang menghasilkan penurunan tekanan darah sebesar 5 hingga 8 mmHg.

3. Moderasi itu penting

Meskipun dentingan gelas mungkin identik dengan perayaan, asupan alkohol yang berlebihan (kira-kira 40g/hari atau 3 gelas) meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian menemukan korelasi antara berkurangnya konsumsi alkohol dan penurunan tekanan darah, terlepas dari penurunan berat badan.

4. ​Sodium juga bisa menjadi alasannya

Taburan garam dapat menimbulkan bahaya tersembunyi, yaitu meningkatkan tekanan darah. Dalam ilmu gizi, bukti mendukung gagasan bahwa sedikit pengurangan asupan natrium berhubungan erat dengan rendahnya tingkat tekanan darah.

Hal ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dalam memantau dan membatasi konsumsi garam, karena penyesuaian kecil sekalipun dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan jantung.

5. Komplikasi kehamilan

Perjalanan menjadi ibu, meskipun bersifat transformatif, dapat memberikan pengaruh pada kesehatan jantung wanita. Preeklamsia (PE), suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, memiliki dampak yang luas hingga melampaui proses melahirkan.

Tips pencegahan

Karena hipertensi merupakan sebuah tantangan, kekuatan untuk mengendalikannya terletak pada perubahan gaya hidup proaktif yang lebih dari sekedar manajemen tekanan darah.

Berikut panduan bagi wanita yang ingin menjaga kesehatan kardiovaskular mereka, menurut Organisasi Kesehatan Dunia:

- Sertakan pola makan yang kaya sayur dan buah.
- Tanamkan aktivitas teratur dengan olahraga seperti berjalan, berlari, atau menari.
- Mulailah melakukan aktivitas membangun kekuatan.
- Usahakan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu.
- Mulailah upaya penurunan berat badan jika perlu.
- Patuhi resep obat dan pertahankan janji perawatan kesehatan rutin.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro