Karyawan melayani peserta di salah satu kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Selasa (12/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Health

BPJS Kesehatan Tanggung Seluruh Pengobatan Sakit Ginjal Meski Beban Berat Sampai Rp2,9 T

Mutiara Nabila
Kamis, 14 Maret 2024 - 14:19
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebutkan akan menanggung seluruh biaya mulai dari skrining sampai pengobatan untuk sakit ginjal, meskipun bebannya besar. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 1 dari 10 orang di Indonesia menderita penyakit Ginjal. Adapun, berdasarkan data BPJS sampai dengan 2023 pembiayaan penyakit untuk kasus gagal ginjal mencapai Rp2,9 triliun, naik dari Rp2,16 triliun pada 2022.  

Deputi Direksi Bidang Penjaminan Pembiayaan Manfaat BPJS Kesehatan Ari Dwi Aryani mengatakan BPJS akan menjamin seluruh biaya mulai dari skrining hingga pengobatan penyakit ginjal, termasuk hemodialisa, Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), hingga transplantasi ginjal.

"Jadi BPJS mengcover skrining juga untuk yang masih sehat, kalau hasilnya ada faktor risiko,  atau ketika ternyata ada perlu hemodialisa. Cuci darah itu seminggu tiga kali pun dijamin, sesuai dengan kebutuhan medis pasien," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (13/3/2024). 

Pembiayaan BPJS juga mengcover sampai ke transplantasi ginjal, hanya saja pemerintah memiliki keterbatasan sehingga mekanismenya harus diatur. Pasalnya transplantasi adalah kebutuhan medis bukan keinginan. 

Pembiayaan penyakit katastropik, kata Ari, meningkat karena populasi usia tua bertambah, dan akses ke rumah sakit semakin terbuka. Daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau sekarang sudah banyak terjangkau rumah sakit, sehingga orang-orang sekarang sudah semakin gampang mengakses rumah sakit. 

Pihaknya juga mendorong bagi orang yang punya penyakit ginjal agar bisa melakukan transplantasi karena biaya yang dikeluarkan lebih efektif. 

"Untuk transplantasi ini juga masih jadi PR buat kita, karena memang sangat membantu menekan pengeluaran anggaran kesehatan untuk penyakit ginjal. Kita juga menanggung biaya skrining bagi calonnya," katanya. 

Pasalnya, dengan transplantasi, penderita penyakit ginjal bisa kembali hidup normal, tidak perlu bolak balik cuci darah atau suntik obat, yang mana membuat biaya jadi menumpuk. 

"Kenapa nggak mau transplantasi? Padahal lebih nyaman dan berkualitas dari hemodialisa dan CAPD. Penjaminan BPJS juga meningkat sekitar Rp420 juta untuk pendonor dan penerima, termasuk untuk cek lab dan pengobatan," imbuhnya. 

Di Indonesia saat ini sudah ada 17 rumah sakit yang ditunjuk untuk tindakan transplantasi ginjal. Di RSCM sendiri, tindakan ini sudah dilakukan dua kali setiap pekan.

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro