Kanker Kolorektal Kini Banyak Menyerang Kalangan Muda, Ini Alasannya/boldsky.com
Health

Kanker Kolorektal Kini Banyak Menyerang Kalangan Muda, Ini Alasannya

Redaksi
Minggu, 12 Mei 2024 - 11:18
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus pengidap kanker kolorektal meningkat pada kalangan muda, padahal biasanya kanker ini paling rentan menyerang orang dewaa berusia di atas 50 tahun.

Peningkatan ini disebabkan dari pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat dikalangan anak muda.

Seperti studi yang dilansir Medical News Today, mencatat angka kanker usus besar meningkat tiga kali lipat pada remaja berusia 15 hingga 19 tahun dalam 20 tahun terakhir.

Bahkan, peningkatan juga terjadi pada anak-anak berusia 10 hingga 14 tahun dan kalangan dewasa muda berusia 20 hingga 24 tahun.

Penelitian tersebut disiarkan pada 20 Mei di Digestive Disease Week 2024, Washington DC. Penelitian yang dilakukan pada orang dewasa berusia 10 hingga 44 tahun dari tahun 1999 hingga 2020 menemukan beberapa fakta terhadap usia yang rentan terjangkit kanker kolorektal.

Pada kelompok usia 10 hingga 14 tahun, di tahun 1999 dari 0,1 per 100.000 kasus kolorektal meningkat menjadi 0,6 per 100.000 pada tahun 2020. Sedangkan pada usia 15 tahun tercatat peningkatan dari 0,3 per 100.000 pada tahun 1999, menjadi 1,3 per 1000.000 pada tahun 2020.

Begitu pun pada kalangan usia dewasa muda berusia 20 hingga 24 tahun, di mana dari 0,7 per 100.000 pada tahun 1999 meningkat menjadi 2 per 100.000 pada tahun 2020.

“Fakta bahwa orang-orang didiagnosa mengidap kanker usus besar pada usia yang lebih muda memberi kita banyak wawasan bahwa jam mulai berdetak pada usia muda,” kata Ahli Onkologi Beda, Anton Bilchik. MD. PhD, sebagaimana diberitakan oleh Medical News Today, dikutip Minggu (12/5/2024).

Di sisi lain, American Cancer Society (ACS) pada tahun 2019 ditemukan 20% kasus kanker kolorektal terjadi pada kalangan usia di bawah 55 tahun dan meningkatkan sekitar 3% setiap tahunnya. Lalu, pada tahun 2023, laporan tersebut menemukan setidaknya 19.550 kasus kolorektal dengan 3.750 kematian.

Di sisi lain, Jacqueline Casillas, MD seorang ahli hematologi pediatric di Institut Kanker Anak Jonathan Jacques Mengatakan penyebab meningkatnya risiko kanker kolorektal pada kalangan usia muda adalah sering mengonsumsi makanan olahan dan cepat saji, tapi jarang mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan pola makan tinggi serat.

Tak hanya itu, malas berolahraga memperbesar potensi kanker usus besar karena lemak hasil makanan tersebut tidak tersalurkan secara optimal dan menimbun dalam tubuh dengan jumlah yang banyak. Ditambah, aktivitas begadang, minum alkohol, dan merokok meningkatkan risiko kanker usus besar.

Kanker kolorektal tidak bisa dianggap sepele lantaran dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan yang berujung pada kematian.

Dilansir verywell health, ada beberapa komplikasi kesehatan akibat kanker usus besar disebut, yaitu:

1. Anemia

Kanker usus besar menyebabkan gangguan penyerapan zat besi sehingga darah dalam tubuh dapat berkurang. Hal ini memicu terjadinya anemia dengan masalah yang serius, di mana tubuh akan mudah lelah, pusing, ritme jantung tidak normal, dan sesak napas.

Untuk memastikannya, dokter akan melakukan hitung darah lengkap (CBC) sebagai langkah mengukur kualitas dan banyaknya darah dalam tubuh.

2. Penyakit Jantung

Penyakit kuning adalah kondisi kulit atau mata terlihat tampak kekuningan. Penyakit kuning terjadi ketika kanker usus besar menyebar ke organ hati yang merupakan tempat terjadinya metastasis. Penyakit ini disebabkan meningkatnya kadar bilirubin dalam darah, pigmen empedu berwarna orange ke kuning-kuningan.

3. Sumbatan Usus

Kanker usus besar yang tidak ditangani dengan cepat memicu tumbuhnya tumor yang menghalangi makanan di dalam usus. Selain itu, sumbatan ini memuat penumpukan cairan dan gas yang menyebabkan kram perut, kembung, sembelit, dan mual atau muntah.

Hal ini juga memicu racun yang bisa menjalar ke seluruh organ hingga komplikasi serius.Untuk menangani masalah ini, dokter akan melakukan tindakan operasi pengangkatan tumor dan membersihkan area usus. (Muhammad Sulthon Sulung Kandiyas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro