Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SULIT PUNYA ANAK: Bayi Tabung Solusi Masalah Gangguan Kesuburan

Gangguan kesuburan merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan.
Editor
Editor - Bisnis.com 16 Desember 2014  |  17:43 WIB
SULIT PUNYA ANAK: Bayi Tabung Solusi Masalah Gangguan Kesuburan
Ilustrasi bayi tabung - abroad.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA— Gangguan kesuburan merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan.

"Program bayi tabung merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan infertilitas (gangguan kesuburan) dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia," ujar dokter Budi Wiweko dalam seminar media di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Dijelaskam, setelah terjadi pembuahan, sejumlah dua sampai tiga embrio akan ditanam kembali ke rahim si calon ibu. Inilah, kata Budi, yang membedakan dengan konsep inseminasi yang merupakan proses pertemuan antara sperma dan sel telur tetap terjadi di dalam tubuh manusia.

Dikatakan, keberhasilan program bayi tabung sekitar 30 persen. Budi mengungkapkan ada sejumlah masalah kesuburan tertentu yang dialami pasangan, sehingga diajurkan mengikuti program bayi tabung, yakni faktor sperma yang tidak dapat dikoreksi, sumbatan pada kedua saluran telur, endometriosis (kista cokelat) derajat sedang dan berat.

Kemudian, gangguan pematangan sel telur yang tidak dapat dikoreksi, serta faktor lain yang tidak dapat dijelaskan.

"Gangguan kesuburan merupakan kegagalan satu pasangan mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang benar selama satu tahun tanpa memakai alat kontrasepsi," katanya.

"Faktor suami atau istri atau kombinasi kedianya dapat menyebabkan gangguan kesuburan," tambah Budi.

Data menunjukkan, dari sejumlah kondisi ini, masalah sumbatan saluran telur dan gangguan sperma merupakan dua kemungkinan terbesar pasangan mengalami masalah kesuburan, yakni masing-masing dengan persentase 35 persen.

Sementara, sisanya seperti gangguan pematangan sel telur sekitar 15 persen dan sisanya sebesar 10 persen. Menurut dia, bila pasangan mengalami masalah kesuburan, sebaiknya melakukan pemeriksaan.

Pada isteri, pemeriksaan yang dilakukan akan melihat apa ada masalah pematangan sel telur, kerusakan saluran telur, kista cokelat ataupun gangguan rahim.

Sementara pada suami, akan dilakukan analisis sperma, yakitu jumlah sperma, bentuk sperma serta gerak sperma. (Bisnis.com)

BACA JUGA:

DIABETES: Ini Alasan Perlu Turunkan Berat Badan

SIARAN ASHANTY MELAHIRKAN: Dikritik, Merampas Frekuensi Publik

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fertilitas

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top