Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apakah si Kurus Bisa Gemuk?

Berat badan yang ideal merupakan dambaan hampir setiap orang. Tapi, ada pula orang yang kurus dan sulit untuk menambah angka di timbangan berat badan. Padahal, berat badan yang kurang akan mengganggu penampilan, terutama bagi wanita.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 19 Januari 2015  |  19:19 WIB
Lingkar pinggang tentukan seseorang kurus atau gemuk - athleteculture.com
Lingkar pinggang tentukan seseorang kurus atau gemuk - athleteculture.com

Bisnis.com, JAKARTA-Berat badan yang ideal merupakan dambaan hampir setiap orang. Tapi, ada pula orang yang kurus dan sulit untuk menambah angka di timbangan berat badan. Padahal, berat badan yang kurang akan mengganggu penampilan, terutama bagi wanita.

Ada berbagai sebab mengapa berat badan seseorang dibawah rata-rata saat usia dewasa. Menurut dokter spesialis gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)-Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Inge Permadhi, penyebabnya adalah faktor genetik, metabolisme yang tinggi, baru sembuh dari sakit, atau ada penyakit-penyakit tertentu yang bersarang di tubuh.

“Perempuan selama makan tidak berlebihan berat badannya biasanya normal sampai menopause,” katanya. Setelah menopause, biasanya metabolisme menjadi rendah sehingga wanita akan lebih gemuk.

Untuk menambah berat badan, mereka yang terkena penyakit tertentu seperti kanker perlu penanganan khusus. Nah, bagi mereka yang kurus karena faktor lain, ada cara-cara yang bisa dicoba agar bisa menaikkan berat badan.

Inge memaparkan bahwa tubuh pada dasarnya memiliki komposisi yang terdiri tulang, cairan, lemak, dan otot. Agar bisa menambah berat badan, komposisi lemak dan otot perlu ditambah.

Prinsipnya, asupan makanan harus seimbang dengan energi yang dikeluarkan. Untuk mencapai tujuan berat badan yang meningkat, seseorang harus makan lebih banyak lalu mengurangi aktivitasnya. Jika memang sangat sibuk, mengurangi aktivitas bisa dilakukan dengan cara menambah waktu untuk tidur saat malam hari.

Agar mencapai berat badan yang diinginkan, sebaiknya makan tiga kali sehari dan ditambah selingan juga sebanyak tiga kali sehari. Jenis makanan yang bisa dikonsumsi mengandung karbohidrat 55-60%, lemak 30%, serta protein 15%. Sederhananya, makanlah nasi, lauk pauk, sayur dan buah. Untuk selingan, pilihlah yang mengandung kalori seperti susu, oat, pisang, alpukat, atau kacang.

Tapi, perlu diperhatikan pula jika seseorang yang banyak makan dan aktivitas yang dilakoninya minim, maka yang akan terbentuk biasanya gemuk yang kurang indah karena badannya lebih banyak berisi lemak ketimbang otot. Agar tidak terjadi semacam itu, harus diimbangi dengan olahraga. Untuk membantu pembentukan otot, sisihkan waktu 15-20 menit sehari untuk olahraga seperti aerobik atau angkat beban.

Pantau Ketat

Untuk bisa menaikan berat badan, orang yang kurus karena faktor genetik sebaiknya dipantau ketat oleh dokter gizi karena sulit untuk diwujudkan. Seperti yang diungkapkan dokter umum dari doctorSHARE Hendra Chayadi.

Dia menyebutkan ada pula penyebab susah gemuk karena faktor psikis. Faktor yang satu ini lebih mudah diatasi ketimbang faktor genetik.

“Harus diatur agar tidak stres dan istirahat yang cukup,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurus
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top