Bercinta di Usia Senja Bikin Otak Cerdas

Hasil penelitian di Belanda menemukan bahwa pria dan wanita yang konsisten merasa puas dengan hubungan seksual di usia senja memiliki fungsi otak (kognitif) yang lebih baik.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 10 Maret 2015  |  10:51 WIB
Bercinta di Usia Senja Bikin Otak Cerdas
Pasangan usia senja - mydentistjoe.com

Bisnis.com, JAKARTA— Hasil penelitian di Belanda menemukan bahwa pria dan wanita yang konsisten merasa puas dengan hubungan seksual di usia senja memiliki fungsi otak (kognitif) yang lebih baik.

BACA JUGA: BELI RUMAH DAPAT ISTRI: 150 Peminat Sudah Telepon

 

Dilansir News.com.au pekan lalu, manfaat hubungan intim telah lama diketahui, tapi seperti apa dampak bercinta terhadap kecerdasan otak?

Untuk mengetahui hal ini, para peneliti di Belanda meneliti sebanyak 1.747  orang dengan rata-rata usia 71 tahun. Hasil penelitian dilansir di American Journal of Geriatric Psychiatry edisi Maret.

SIMAK: BELI RUMAH DAPAT ISTRI: Kriteria Cowok yang Diinginkan Wina Lia

 

Peneliti melakukan serangkaian tes untuk mengetahui apakah setiap subjek penelitian menganggap bercinta perlu dan konsisten di usia senja. Kemudian, hal ini dikaitkan dengan kemampuan otak berpikir secara logis, dan kemampuan memecahkan masalah.

Kemampuan kognitif dinilai dengan empat cara, yakni setiap partisipan diberi tes mental, tes kemampuan verbal dan mendengar, tugas koding, dan tes Raven’s Coloured Progressive.

“Kecerdasan rendah, dan fungsi kognitif rendah berhubungan dengan seksualitas dianggap bukan hal penting, dan daya ingat otak yang lemah berhubungan dengan anggapan bahwa hubungan intim itu tak menyenangkan,” ujar peneliti.

“Proses respons yang rendah, fungsi kognitif umum dan daya ingat lamban berhubungan dengan bahwa seks bukan hal penting di usia lanjut,” tambah peneliti.

Penelitian ini juga menemukan hal yang sama pada perempuan. Selain itu, peneliti menemukan pada sampel wanita dan pria bahwa mereka yang menganggap seks adalah hal menyenangkan dan penting, memiiliki fungsi kognitif yang lebih baik.

Menjadi pertanyaan, “Seberapa sering hubungan intim dilakukan?”

Ternyata, tak mudah untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan ini. Associate Professor Tim Wadsworth dalam makalahnya berjudul Sex and the Pursuit of Happiness tahun 2013 menyebut: “Berhubungan intim lebih banyak membuat bahagia, tapi berpikir bahwa kita memiliki lebih banyak seks daripada orang lain membuat kita lebih bahagia."

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seks, relationship

Sumber : News.com.au

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top