Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rambah Bisnis Perhiasan, Anne Avantie Luncurkan Cincin Bermotif Batik

Bukan sekadar mahar yang menjadi simbol cinta pengikat pasangan, cincin pernikahan dapat dimaknai sebagai ungkapan doa yang dipanjatkan untuk kelanggengan dan kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 24 Agustus 2015  |  17:24 WIB
Rambah Bisnis Perhiasan, Anne Avantie Luncurkan Cincin Bermotif Batik
Anne Avantie - Anneavantie.net

Bisnis.com, JAKARTA--Bukan sekadar mahar yang menjadi simbol cinta pengikat pasangan, cincin pernikahan dapat dimaknai sebagai ungkapan doa yang dipanjatkan untuk kelanggengan dan kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Memahami filosofi tersebut, Anne Avantie meluncurkan koleksi cincin perdananya yang bertajuk ‘Kekaseh’. Seri cincin pasangan yang diproduksi oleh label perhiasan kelas atas The Palace itu sangat sarat makna yang dilebur dalam desain yang terinspirasi adat Jawa.

Maestro kebaya Indonesia itu untuk pertama kalinya terjun ke dunia desain perhiasan dengan memperkenalkan enam seri cincin pernikahan, yang semuanya memadukan motif khas batik dengan sentuhan rose gold dan berlian bertaraf F-VVS.

“Pada awalnya, tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa [karya] ini akan menjadi sesuatu yang nyata yang diawali dari sebuah keinginan untuk menjadi bagian dari inspirasi cinta dan doa,” tutur pioner kebaya kontemporer itu tentang enam pasang karyanya.

Perancang 61 tahun itu menjelaskan cincin-cincin rancangannya mengandung makna yang dapat menghantarkan sepasang pengantin memasuki bahtera rumah tangga, dan membangkitkan sebuah emosi yang pada akhirnya mengikat perjalanan sepasang kekasih itu.

Salah satu cincin karya Anne terinspirasi dari keanggunan motif batik bunga-bunga Sekar Jagad. “Motif pada cincin ini memiliki makna hubungan yang serasi dan harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta, alam, dan sesama.”

Sementara itu, cincin motif Sido Asih melambangkan kesetiaan atau kasih sayang yang berkelanjutan bagi sepasang pengantin. Cincin ini berhiaskan motif bunga-bunga emas dengan pinggiran emas putih dan senntuhan mata berlian nan elegan.

Desain yang mirip dengan Sido Asih adalah cincin Sido Mukti. Perhiasan jemari yang satu ini melambangkan kemakmuran dan ketenteraman di dunia dan akhirat, dengan usaha dan kerja keras, keluhuran budi, ucapan, serta perilaku.

Selanjutnya, bagi yang menyukai motif yang lebih rumit, ada cincin Wahyu Tumurun. Menurut Anne, aksesori ini menyiratkan berkah dan kehidupan lahir batin dalam berumah tangga, juga keharmonisan dan kelanggengan.

Ada juga cincin Truntum dengan aksen sulur-sulur emas kuning yang bermakna cinta yang bersemi kembali. “Ini melambangkan cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin berkembang atau turuntum.”

Desain terakhir adalah motif Parang Kusumo, yang terukir di sekeliling badan cincin yang bermakna kehidupkan harus dilandasi oleh perjuangan untuk mencari kebahagiaan lahir dan batin tanpa meninggalkan norma-norma kesantunan yang berlaku.  

Head of Product Management The Palace Nurhidayat menjelaskan keenam desain cincin tersebut telah dipertimbangkan dengan sangat matang dari sisi estetika, ergonomis, ekonomi, dan evolusionis.

“Material yang kami gunakan adalah rose gold  yang saat ini sedang menjadi tren. Selain itu, cincin-cincin tersebut juga mengandung unsur emosional karena setiap karya yang dihasilkan memiliki makna filosofis yang mengandung doa,” terangnya.

Proses produksi cincin-cincin dengan harga selangit itu juga tidak lepas dari unsur budaya. Nurhidayat mengatakan motif-motif batik yang tertuang dalam desain masing-masing cincin dikerjakan dengan menggunakan mesin yang sangat presisi.

Untuk memastikan kesempurnaan desain setiap pasang cincin, perakitan dilakukan menggunakan laser. Dari segi bahan, setiap cincin menggunakan emas berkadar 18 karet (75%), dan berlian dengan taraf warna F dan kemurnian VVS.

“Kami menggunakan standar internasional untuk material cincin ini. Emas 75% adalah yang paling sempurna, karena kadar yang terlalu tinggi akan menjadikan sifat emas lembek sehingga tidak kuat menopang berlian. Sementara itu, kadar yang terlalu rendah menyebabkan sifat emas menjadi terlalu keras sehingga berliannya bisa pecah.”

Sementara itu, General Manager The Palace Jelita Setifa menambahkan cincin-cincin karya Anne Avantie tersebut 100% buatan Indonesia. Oleh karena itu, setiap kreasi yang dihasilkan dijamin mewakili khasanah budaya Tanah Air.

“Kami ingin menyajikan suatu pembaruan juga penyegaran dalam hal desain, khususnya bagi pecinta perhiasan berkualitas tinggi di Indonesia,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anne avantie
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top