Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gagal Menyusui? Mungkin Ini Penyebabnya

Bagi seorang ibu, menyusui sang buah hati merupakan kegiatan yang istimewa. Air Susu Ibu (ASI) menjadi santapan terpenting seorang bayi pada masa 2 tahun pertama kehidupannya.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 25 Januari 2017  |  16:42 WIB
Air Susu Ibu.  - Bisnis.com
Air Susu Ibu. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Bagi seorang ibu, menyusui sang buah hati merupakan kegiatan yang istimewa. Air Susu Ibu (ASI) menjadi santapan terpenting seorang bayi pada masa 2 tahun pertama kehidupannya. Maka tidak heran jika para ibu akan melakukan segala cara agar bisa sukses memberikan air susunya kepada sang anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF bahkan memberikan rekomendasi menyusui secara eksklusif sejak lahir selama enam bulan pertama hidupnya, dan tetap disusui bersama pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi hingga usia dua tahun atau lebih

Kendati demikian, aktivitas menyusui si buah hati ini tidak mudah dilakukan. Tidak sedikit para ibu yang kesulitan mengeluarkan ASI. Selain berdampak buruk pada psikologis sang ibu, kekurangan ASI bagi anak juga akan mengakibatkan pertumbuhan yang tidak optimal. 

Di Indonesia, survei Kesehatan Indonesia pada 2013 menunjukkan tingkat pemberian ASI eksklusif masih rendah.

Kegagalan pemberian ASI ini bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya adalah kondisi lidah dan bibir bayi yang tidak normal. Dokter spesialis anak Asti Praborini menjelaskan dalam dunia medis kondisi tersebut dikenal sebagai tounge tie dan lip tie. Mudahnya, ini merupakan keadaan ketika terdapat selaput di bawah lidah anak yang mengganggu pergerakan lidah.

Jika selaput tersebut berada di sekitar bibir, maka hal itu disebut lip tongue. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh David Todd, seorang dokter pakar anak asal Australia, menunjukkan prevalensi penderita kedua kelainan ini mencapai 10%. Artinya, jika di Indonesia angka kelahiran bayi mencapai 4,5 juta, diperkirakan 450.000 di antaranya menderita tounge tie dan lip tie.

Asti yang juga menjabat sebagai Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinesia ini menjelaskan kelainan tersebut biasanya menimbulkan gejala seperti lidah bayi yang sulit terangkat hingga tidak bisa menjulur. “Inilah yang membuat bayi sulit menyusu,” ujarnya.

Tidak hanya berbahaya bagi sang anak, masalah tersebut juga membawa dampak negatif bagi ibu. Pasalnya, Asti menjelaskan tongue tie dan lip tie bisa membuat puting ibu bermasalah. Hal ini bisa mulai dari puting payudara menjadi lecet, infeksi, dan menimbulkan rasa sakit, hingga abses dan masitis. Dampaknya, sang ibu biasanya juga merasa depresi karena tidak bisa memberikan ASI kepada sang anak.

Lantas bagaimana solusinya? Asti menuturkan tatalaksana kelainan ini pada bayi sebenarnya mudah dilakukan yakni dengan memotong selaput yang membatasi gerak lidah bayi. Dalam dunia medis ini dikenal dengan istilah frenotomi. Jika selaput yang mengganggu tersebut sudah dibuang, perlekatan mulut bayi saat menyusu akan lebih erat sehingag pemberian ASI akan berjalan lancar.

Nah, jika anda salah satu ibu yang mengalami masalah saat menyusui, jangan dulu putus asa. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan solusinya. 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menyusui air susu ibu
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top