Produser Puji Proses Pembuatan Film Mau Jadi Apa

Film pertama komika Soleh Solihun sebagai sutradara akan tayang mulai 30 November 2017. Film ini diproduksi oleh Starvision Plus. Chand Parwez yang menjadi produser film ini bersama dengan Gangsar Sukrisno mengaku puas dengan proses pembuatan film yang relatif singkat.
Ilman A. Sudarwan | 19 November 2017 03:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Film pertama komika Soleh Solihun sebagai sutradara yang berjudul Mau Jadi Apa' akan tayang mulai 30 November 2017. Film ini diproduksi oleh Starvision Plus. Chand Parwez yang menjadi produser film ini bersama dengan Gangsar Sukrisno mengaku puas dengan proses pembuatan film yang relatif singkat.

"Proses pembuatannya tidak lama, ya, hanya beberapa bulan saja. Naskah juga bagus, dari awal masuk, hanya butuh dua atau tiga draft sudah selesai," katanya.

Selain itu, Chand juga memuji kemampuan Soleh dalam baik dalam membuat naskah maupun dalam proses penyutradaraan film ini. Sebagaimana diketahui Soleh solihun menjadi sutradara untuk film ini bersama dengan sutradara Monty Tiwa.

"Dari awal naskahnya saya terima tidak banyak perubahan karena memang dari Soleh sudah membuatnya dengan baik. Kami cuma perlu menambahkan sedikit dramatisasi saja dalam naskahnya," jelasnya.

Chand sendiri mengaku sudah lama ingin mengajak soleh membuay filmnya sendiri, sama seperti apa yang dilakukannya dengan komika lain seperto Raditya Dika maupun Ernest Prakasa. Menurutnya Soleh adalah salah satu komika yang punya potensi untuk menjadi pembuat film komedi yang handal.

"Dari dulu saya sudah pikirkan ini sebenaenya. Saya pikir setidaknya ada empat komika yang potensial, dulu ada Raditya Dika, lalu Ernest Prakasa, dan sekarang Soleh. Selain itu ada juga Pandji," jelasnya.

Chand mengatakan mereka saat ini juga tengah terlibat dalam poses pembuatan film komedi lainnya yang bekerja sama dengan Pandji Pragiwaksono.

Dia berharap film ini menjadi sebuah film motivasi dalam balutan komedi. Cerita tentang kehidupan mahasiswa yang mencari masa jawaban atas masa depannya sendiri menurutnya adalah kekuatan film ini.

"Meski ini film komedi saya selalu ingin ada suatu pesan dalam filmnya. Dan ala film ini, kita melihat perjuangan masa muda menjawab pertanyaan 'mau jadi apa'. Saya pikir ini mirip dengan "Three Idiots" lah," jelasnya.

Tag : film, stand up comedy
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top