Modis Bersahaja dengan Batik Kontemporer

Batik menjadi warisan Nusantara yang memang begitu populer. Namun, batik tak lekang untuk terus diolah dengan napas baru. Tetap setia dengan teknik batik, perancang busana Khanaan Shamlan menuangkan kreasi motif yang terinspirasi arsitektur budaya Islam.
Asteria Desi Kartika Sari | 30 September 2018 00:00 WIB
Jakarta Modest Fashion Week 2018 - Bisnis

Batik menjadi warisan Nusantara yang memang begitu populer. Namun, batik tak lekang untuk terus diolah dengan napas baru. Tetap setia dengan teknik batik, perancang busana Khanaan Shamlan menuangkan kreasi motif yang terinspirasi arsitektur budaya Islam.

Batik dapat dikatakan menjadi penanda bagi Khanaan. Dia lahir dan dibesarkan di Kota Pekalongan, kota yang menjadi pusat industri Tanah Air. Belum lagi, kedua orang tuanya merupakan perajin batik. Tak heran, dirinya menjadi salah satu desainer yang konsisten mengembangkan batik dalam setiap rancangannya.

“Karena sudah jatuh cinta dengan batik, saya ingin membawa kekuatan lokal yang saya lihat dari kecil. Saya merasa ada potensi besar di sana yang bisa dikembangin,” kata Khanaan.

Motif batik kontemporer tertuang pada busana Khanaan. Dia mengaku terinspirasi dari ukiran-ukiran dinding arsitektur saat perjalanannya ke Turki. Motif batik tidak hanya kawung hingga parang. Itulah yang ingin ditunjukkan Khanaan.

Batik yang dekat dengan kesan tradisional dan formal diubahnya menjadi busana bersahaja atau modest wear yang lebih modis.

Pasalnya, Khanaan memiliki cita-cita menjadikan batik dalam koleksi busana bersahaja yang nyaman dan bergaya digunakan oleh siapa saja dan untuk momen apa saja. Jadi, dia menggunakan teknik batik dengan menghadirkan motif-motif modern dan kontemporer.Dengan harapan Khanaan dapat membawa batik lebih diterima masyarakat luas tidak hanya masyarakat Indonesia melainkan masyarakat Internasional.

Siluet blus, outer, gaun, celana dan sebagainya terlihat sangat manis dengan penambahan detail beadings dan payet yang unik.Guna memberikan angin segar, koleksi bertajuk “Saba”, yang artinya freshness of air  diaplikasikan dengan warna-warna cerah seperti kuning terang, biru, emas, dan sentuhan warna peach. Warna yang dituangkan semakin mempercantik koleksi Spring/Summer 2019 yang lebih feminin.

"Beda dengan koleksi sebelumnya, kalau kemarin koleksi couture yang berat dan bermain detail serta warna lebih warna tanah. Kalau sekarang lebih berani dengan warna kuning, biru dan campuran gelap," ungkap desainer jebolan sekolah mode ESMOD.

Material yang jatuh melayang berupa sutera memberi kesan ringan, feminin yang mempercantik koleksinya. Dilengkapi dengan aksen detail khas Khanaan berupa beadings dan payet memperindah penampilan.

Setelah sukses ditampilkan dalam gelaran Jakarta Modest Fashion Week 2018, selanjutnya 10 koleksi bertajuk Saba ini akan dikembangkan kembali untuk ditampilkan dalam London Fashion Week 2018. Pada gelaran tersebut, Khanaan mengatakan tetap akan konsisten menampilkan batik.

“So far akan terus batik, sekarang belum bosan dan mungkin tidak akan bosan. Selanjutnya mungkin akan ditambah dengan wastra lain, masih banyak yang belum kepegang,” jelassnya.

Perjalanan Khanaan untuk membesarkan lini fashion-nya pun tidak mudah. Sebagai desainer muda yang baru memulai karier pada 2009, tantangan terbesar adalah bagaimana cara membentuk pasar.  Saat Khanaan menawarkan rancangannya ke pasar, dia belum tahu seperti apa selera konsumen. Maka, dia mulai mengenalkan rancangannya dengan banyak mengikuti pameran.

Pameran satu ke pameran lainnya menjadi jalan untuk menawarkan busana rancangannya serta mencari pasar yang cocok. “Apa yang harus saya desain, bagaimana idealisme saya bisa masuk ke pasar. Dari situ mulai terbentuk pasar," tuturnya.

Tag : mode, fashion show
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top