Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cetak Sejarah, Transgender Pertama Ikut Kontes Miss Universe 2018

Angela Ponce, finalis Miss Universe 2018 mencetak sejarah sebagai perempuan transgender pertama yang berpartisipasi dalam ajang kecantikan tersebut. Ponce yang mewakili Spanyol, sayangnya gagal membawa pulang mahkota kemenangan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 17 Desember 2018  |  11:55 WIB
 Angela Ponce, finalis Miss Universe 2018 - Reuters
Angela Ponce, finalis Miss Universe 2018 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Angela Ponce, finalis Miss Universe 2018 mencetak sejarah sebagai perempuan transgender pertama yang berpartisipasi dalam ajang kecantikan tersebut. Ponce yang mewakili Spanyol, sayangnya gagal membawa pulang mahkota kemenangan.

Ponce gagal masuk 20 besar putaran final dalam ajang kontes pemilihan Miss Universe 2018  di Bangkok, Thailand. Langkahnya terhenti di 25 besar. Kendati pulang dengan tangan kosong, partisipasi Ponce tetap dipandang sebagai suatu kemenangan bagi banyak orang.

Dilansir dari E!News, saat diwawancarai Associated Press Juli lalu, Ponce menyebut ia ingin menggunakan partisipasinya di ajang internasional untuk menyuarakan tingginya tingkat bunuh diri di kalangan remaja transgender.

"Jika partisipasi saya bisa berkontribusi terhadap kemajuan dunia meski sedikit, maka ia akan menjadi mahkota pribadi yang menemani saya," kata Ponce.

Pembawa acara Miss Universe 2018, Ashley Graham, usai 25 finalis memberikan pernyataan pembuka, memberi narasi penghargaan kepada Ponce disertai video tentang putri kecantikan berusia 27 tahun tersebut.

"Angela Ponce adalah segala yang Anda harapkan dari Miss Universe. Ia cerdas, penuh semangat, cantik. Namun perjalanan hidupnya tak biasa. Dan lebih luar biasa," kata Graham yang disambut gemuruh tepuk tangan penonton.

November lalu, Miss Spain itu berbagi ke majalah Time soal perjalanannya menuju kontes Miss Universe 2018. Ponce mengaku ia pernah berpartisipasi dalam Miss World 2015, namun didiskualifikasi di hari pelaksanaan.

Ponce baru mengetahui bahwa Miss World tidak memperkenankan perempuan transgender berkompetisi dalam ajang kecantikan tersebut.

"Saya harus melanjutkan penampilan saya dan rasanya berat. Namun setelah saya lolos ke putaran final Miss Universe, Miss World mengubah peraturan mereka. Saya membuat mereka mengubah peraturan," kisah Ponce.

Ponce juga mendiskusikan soal bagaimana partisipasinya di ajang pemilihan Miss Universe bisa menjadi simbol kritik untuk Donald Trump. Presiden AS itu pernah menjadi pemilik organisasi Miss Universe dan melarang partisipasi transgender di militer.

"Ia bisa menjadi kemenangan bagi hak asasi manusia. Perempuan transgender telah lama dipersekusi dan dipingirkan. Jika saya menang, hal itu akan memperlihatkan bahwa saya seperti perempuan lainnya," kata Ponce.

Ia lantas menyimpulkan bahwa ia tak berusaha mengubah budaya sekelompok orang, atau cara hidup. Namun melalui partisipasinya, ia ingin kelompok transgender menjadi terlihat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

miss universe kontes kecantikan
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top