Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Desainer Lokal Jajal Pasar Ritel Galeries Lafayette

Indonesia Fashion Forward (IFF) sebagai salah satu inkubator desainer lokal, kembali berkolaborasi dengan Galeries Lafayette dalam program Fashion Lab.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 22 Maret 2019  |  02:39 WIB
Galeri Lafayette.
Galeri Lafayette.

Bisnis.com, JAKARTA--Indonesia Fashion Forward (IFF) sebagai salah satu inkubator desainer lokal, kembali berkolaborasi dengan Galeries Lafayette dalam program Fashion Lab.

Ketua Umum Jakarta Fashion Week Svida Alisjahbana mengatakan IFF telah melakukan kurasi terhadap sejumlah desainer-desainer lokal yang menunjukan berkomitmen untuk membuktikan kreatifitasnya hingga pengembangan bisnis melalui program ritel.

“Kami memberikan pendidikan atau coaching terhadap desainer agar dapat cepat menjadi pengusaha ritel, kami merangkul seluruh ekosistem untuk terus maju, bahkan hingga internasional,” kata Svida di Galeries Lafayette, Kamis (21/3/2019).

Artinya, langkah tersebut dilakukan untuk merangkul lebih banyak desainer lokal, termasuk di luar Indonesia Fashion Forward dalam seri Fashion Lab. Kolaborasi tersebut dilakukan sebagai bukti komitmen Galeries Lafayette yang membuka pintu seluas-luasnya untuk desainer berkualitas di dalam negeri. Selain itu juga sebagai bentuk kontribusi dan tanggung jawab sosial bagi industri mode tanah air.

“Kolaborasi dengan Galeries Lafayette diharap dapat memberikan pengalaman, membimbing untuk naik kelas lagi,” kataya.

Sesuai dengan spirit yang diusung dari negara asalnya, Galeries Lafayette terus mendorong para desainer Indonesia untuk mengembangkan karyanya dan tetap eksis. Tahun ini, melalui IFF dan Galerie Lafayette telah memilih beberapa label fesyen lokal seperti Maryelle. Sav Lavin, Natalia Kiantoro, Saul, Kuro, Sayee, Rani Hatta, Ella & Glo, Ellyhan Jewelry, dan Purana.

Dia mengatakan sebelumnya Fashion Lab telah berhasil melambungkan banyak nama label fesyen lokal. Melalui program tesebut para desainer diajak untuk menjajal pengalaman serta mengatur strategi dalam menghadapi bisnis retail. Kesempatan tersebut diberikan mulai dari 18 Maret hingga 30 April 2019 di Galeries Lafayette Pasific Place. Hasil penjualan dari Fashion Lab ini nantinya juga akan dimanfaatkan kembali dalam program IFF untuk mengembangkan kapasitas desainer yang berada dalam program IFF.

Mereka terpilih karena memiliki identitas kuat yang didukung dengan desain yang cantik dan modern. Sehingga dapat menjadi alternatif pilihan mode di Indonesia. Label-label Indonesia tersebut menhadirkan koleksi ready to wear serta aksesori seperti sepatu dan tas.

Dari segi kualitas, label tersebut menggunakan material terbaik, serta diproduksi secara sustainable dengan menggunakan tenaga kerja lokal. Marketing Direktur PT Panen Lestari Internusa Arnolda Ratnawati Sidarta menambahkan Galeries Lafayette hadir di Indonesia ingin ikut andil memajukan industri fesyen Indonesia.

Salah satu platform yang dapat diberikan adalah menggandeng para desainer lokal berbakat untuk menghadirkan koleksinya di Galeries Lafayette, sehingga dapat dinikmati oleh pelanggan setia dan pecinta mode Indonesia.

“Kami juga memberikan exposure bagi para desainer Indonesia untuk dapat tampil di kancah internasional. Ajang tahunan ini juga kami adakan sebagai pemicu semangat para desainer muda agar dapat menghadirkan karya terbaik,” jelasnya.

https://drive.google.com/open?id=1W0u7A6z865xG4T0qe3KeYX4UEt0In3Av


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lafayette
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top