Suami Dapat Bantu Istri Lewati Masa Transisi Menopause

Pada masa transisi menuju menopause, perempuan biasanya mengalami gejala yang sulit baik secara fisik maupun mental.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 05 Juli 2019  |  13:36 WIB
Suami Dapat Bantu Istri Lewati Masa Transisi Menopause
Pasangan suami-istri - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pada masa transisi menuju menopause, perempuan biasanya mengalami gejala yang sulit baik secara fisik maupun mental.

Kondisi ini seharusnya diketahui secara jelas oleh suaminya sebagai pasangan. Alangkah baiknya jika para suami mengetahui cara untuk meringankan kesulitan yang tengah dihadapi istri saat menopause.

Perempuan sering kali merasa kurang diperhatikan pada masa-masa ini, karena pria pada umumnya merasa tidak terpengaruh akan masa transisi pasangan. Padahal, sangat penting sekali bagi suami untuk membantu istri melewati masa transisi dengan baik.

“Kadang-kadang perempuan merasa kesepian, sehingga dia membutuhkan orang yang dekat dengannya untuk menemani dan membantunya meningkatkan kualitas hidup,” ujar Sharon Parish, peneliti dari New York Presbyterian Hospital di White Plains, New York, Amerika Serikat.

sebabnya sangat penting bagi pasangan untuk memahami kehidupan satu sama lain dan saling menopan satu dengan lainnya.

Parish dan rekan peneliti lainnya melakukan penelitian terhadap 450 pria berusia 50-69 tahun yang tinggal bersama pasangan lebih dari 10 tahun.

Mereka melakukan penelitian dengan metode survei untuk mengukur kesadaran mereka tentang gejala menopause dan pemahaman mereka tentang menopause seperti gejala dan masa transisi yang dialami pasangan.

Sekitar setengah dari peserta penelitian menyadari gejala yang dialami pasangan mereka, seperti kesulitan tidur dan kekurangan energi.

Para pria juga menyadari gejala seperti libido rendah, perubahan suasana hati, lekas marah, depresi, berkeringat di malam hari, dan terjadinya penambahan berat badan.

Mereka juga menggambarkan bahwa perempuan pada masa transisi pada umumnya mengalami suasana hati yang tidak rasional dan sangat emosional.

Sebanyak 1 dari 5 pria fokus pada perubahan hormon, kurangnya siklus menstruasi, ketidakmampuan untuk melahirkan anak, dan perubahan dalam dorongan seksual. Hampir 2/3 paserta mengatakan bahwa gejala menopause mempengaruhi pasangan.

Sebagian besar di antaranya mengatakan bahwa hal ini berdampak negatif pada mereka berdua khususnya dalam hubungan.

Lebih dari 70 persen pria mengatakan mereka terlibat dalam diskusi dengan pasangan mereka tentang gejala menopause, dan 84 persen mengatakan pasangan mereka berbicara langsung kepada mereka tentang mengalami menopause.

beberapa pria mengatakan pembicaraan itu menegangkan dan membuat frustrasi, sekitar setengahnya mengatakan mereka berusaha tetap santai dan sopan.

Sebagian besar percaya bahwa mereka berpengaruh dalam keputusan pasangan mereka untuk mencari pengobatan atau melakukan perubahan gaya hidup.

Dari 350 pria yang mengatakan bahwa mereka telah mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, sekitar sepertiga dari mereka telah mencoba untuk lebih sabar, mendukung, dan berbelas kasih.

Sebagian pria lagi, sekitar 2/3 dari responden mengatakan bahwa mereka merasa nyaman mendiskusikan pilihan perawatan dengan pasangan, dan 4 dari 10 pria menyarankan pilihan perawatan untuk pasangan mereka.

"Gagasan bahwa menopause adalah sesuatu yang harus diderita perempuan tanpa perawatan adalah konsep yang sudah ketinggalan zaman," kata Parish.

Istri tidak perlu malu atau menyembunyikan kondisinya, dan semua orang harus belajar lebih banyak dan mendiskusikan topik ini secara terbuka.

Menurutnya, baik pria maupun perempuan harus dididik tentang risiko dan manfaat dari pilihan  perawatan menopause, khususnya terapi hormon. Karena tidak jarang suami tidak peduli dan tidak ingin istrinya melakukan terapi hormon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wanita, pasangan suami istri, menopause

Sumber : Reuters

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top