Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Akibat Fatal Polusi Udara Bagi Kesehatan Paru-paru

Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan kenyataan bahwa Jakarta dan beberapa kota lainnya di Indonesia dinobatkan sebagai kota terpolusi. Keadaan ini tentu mengkhawatirkan mengingat dampak dari polusi udara dapat mengancam kesehatan, khususnya kesehatan paru-paru.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  18:59 WIB
Kualitas Udara Jakarta, Kamis (1/8/2019) - AirVisual
Kualitas Udara Jakarta, Kamis (1/8/2019) - AirVisual

Bisnis.com, JAKARTA—Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan kenyataan bahwa Jakarta dan beberapa kota lainnya di Indonesia dinobatkan sebagai kota terpolusi. Keadaan ini tentu mengkhawatirkan mengingat dampak dari polusi udara dapat mengancam kesehatan, khususnya kesehatan paru-paru.

Jamal Zaini, dokter spesialis paru & pernapasan konsultan onkologi paru dan mediastinum RS Pondok Indah-Pondok Indah Jakarta, mengatakan bahwa polusi udara dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang dan jangka pendek bagi paru-paru.

Gangguan kesehatan akibat polusi udara bagi kesehatan paru berdasarkan World Health Organization (WHO) Guideline 2005 adalah penurunan fungsi paru, peradangan paru, infeksi, dan masalah pada jantung. Dalam jangka panjang, polusi udara dapat menyebabkan masalah pernapasan yang serius, serangan asma, bahkan paling fatal adalah kematian.

“Polusi udara dapat berpengaruh terhadap sistem pernapasan dan juga sistem kardiovaskular atau jantung-pembuluh darah,” ujar Jamal.

Dia menyampaikan bahwa menurut data publikasi International Agency on Research on Cancer (IARC) polusi udara bahkan dapat menyebabkan kanker.

Penelitian jangka panjang dari Harvard Six Cities Studies (HSCS) selama 14-16 tahun menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara adanya kadar polutan di tubuh dengan kejadian kanker paru dan mortalitas akibat kardiorespirasi atau sistem jantung.

Partikel dalam polusi udara dapat bersifat toksik (seperti beracun) dan dapat menimbulkan proses inflamasi baik di permukaan sel jaringan pelindung (epitel) saluran napas, tempat pertukaran atau masuknya gas oksigen dari udara ke sel-sel darah dan keluarnya karbondioksida (alveoli) atau sebaliknya, maupun jaringan interstitial sesuai dengan ukuran partikelnya.

“Pajanan polutan yang terjadi dapat menyebabkan sel-sel pada saluran napas yang terpajan mengeluarkan berbagai mediator inflamasi dan reaksi oksidatif/oxidative stress,” katanya.

Pada kelompok orang yang memang sudah memiliki kerusakan atau kelainan di jaringan paru misalnya pada orang dengan asma ataupun penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) polusi udara bisa memperparah keadaan.

Selain itu orang dengan daya tahan tubuh rendah seperti pada bayi dan anak-anak, orang tua, dan orang dengan penyakit kronik (seperti diabetes, gagal ginjal, penyakit jantung, dan lain-lain), pajanan polutan akan memperberat kondisi penyakitnya dan mempermudah terjadinya  kelainan seperti pneumonia ataupun infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), ataupun serangan akut  asma dan kelainan sistemik lainnya.

Keluhan ataupun kelainan akibat polusi udara dapat bersifat akut atau segera setelah pajanan, misalnya pada pasien asma yang menghirup langsung asap knalpot, dapat mengalami serangan asma akut.

Jika pajanan berlangsung terus menerus, dapat terjadi peradangan kronik dan dapat merusak paru dan menyebabkan gangguan irama jantung.

Efek jangka panjang adalah kerusakan paru permanen seperti PPOK ataupun kanker paru, kelainan jantung seperti aritmia/masalah kardiovaskular lainnya,  kelainan saraf, atau neurovaskular seperti strok.

“Tidak ada skrining kesehatan khusus untuk masalah kesehatan paru akibat polusi udara. Apabila seseorang memiliki faktor risiko [misalnya kelompok yang rentan] dan ada gejala masalah respirasi lebih dari dua minggu, disarankan langsung ke dokter,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paru-paru polusi udara
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top