Kisah Aldy, Pelukis Autis yang Raih Rekor MURI

Sapuan warna yang menyembur, memancar dalam buket-buket pelangi dari lelehan menggumpal yang entah bagaimana di dalam rupa tak berbentuk pasti tersebut merepresentasikan energy yang tidak berawal dan tidak berujung, sejaran manifestasi yang bisa di duga bukan sebagai sebuah upaya untuk mencari realita, melainkan upaya mencari jati diri.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  19:58 WIB
Kisah Aldy, Pelukis Autis yang Raih Rekor MURI
Raynaldi Halim -

Bisnis.com, JAKARTA -- Sapuan warna yang menyembur, memancar dalam buket-buket pelangi dari lelehan menggumpal yang entah bagaimana di dalam rupa tak berbentuk pasti tersebut merepresentasikan energy yang tidak berawal dan tidak berujung, sejaran manifestasi yang bisa di duga bukan sebagai sebuah upaya untuk mencari realita, melainkan upaya mencari jati diri.

Aldy atau Raynaldi Halim merupakan anak kelahiran 1997 yang mengidap autism sejak berusia 16 bulan. Berbagai cara penyembuhan telah diupayakan oleh ayah dan ibunya, dengan melibatkan banyak dokter, psikiater dan psikolog, dan profesi lainnya. Namun, dari terapi seni ternyata adalah rute yang membuat keadaan Aldy semakin membaik.

Keindahan nuansa karyanya hadir fenomenal, sehingga mengundang perhatian Outsider Artpreneur 2019 untuk menghadirkan karyanya untuk di apresiasi bersama. Bapak dari Raynaldy Halim, Syamsuar mengatakan bahwa dirinya melihat bakat Aldi sejak 2017

“Dulu ada guru lukis, akan tetapi Aldy seperti tidak bahagia saat belajar melukis. Akhirnya, saya bebaskan saja ingin menggambar apa saja sesuka hatinya, sejak itu saya melihat ada bahagia terpaut dari wajahnya, walaupun Aldi belum bisa berbicara, lukisan menjadi terapi dan saluran komunikasi darinya,” ujar Syamsuar di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Selasa (6/8/2019).

Bagi Syamsuar jangan sampai putus asa bagi orang tua yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus, karena setiap anak mampu menggambarkan ekspresinya melalui berbagai media yang nyaman bagi sang anak,” jelasnya.

Aldy mulai intensif melukis abstrak sejak Mei 2017 dan telah ikut berbagai kegiatan dan pameran di dalam dan di luar negeri. Pada 2018 Aldy mendapatkan rekor MURI sebagai anak berkemampuan khusus yang melukis lebih dari 1.000 karya dalam waktu 1 tahun oleh Jaya Suprana, selaku pihak Museum Rekor Indonesia.

Kini di usaianya yang hampir 22 tahun Aldy telah melakukan pameran 18 kali dalam kurun waktu 1,5 tahun. Aldy pun memiliki biografinya yang berjudul Monolog Aldy, Kisah Inspiratif Artistika Lukisan Penyandang Autisma yang telah diterbitkan dengan pengarang seorang curator terkenal Agus Dermawan T dengan kata pengatar oleh Jean Couteau.

Setiap lukisan Aldy dinarasikan oleh dirinya sendiri melalui pesan yang disampaikan dari papan ketik, salah satunya adalah lukisan berjudul Pantauan Iman, dimana ia menjelaskan bahwa iman harus tetap dipelihara, dipupuk, dan diamalkan.

“Semua ini hanya bisa bertumbuh dan berbuah kalau diberi pupuk, jadi harus tetap dipertahankan imanmu supaya tetap bertumbuh, karena bila iman tidak bertumbuh berarti mati,” jelas Aldy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
autis

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top