Olahraga Sebentar, Panjang Umur Kemudian

Banyak orang yang memilih untuk tidak berolahraga dengan berbagai alasan. Padahal menurut penelitian, orang-orang yang melakukan olahraga sekalipun dengan durasi yang sedikit saja ternyata bisa memperpanjang umur.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 05 September 2019  |  16:14 WIB
Olahraga Sebentar, Panjang Umur Kemudian
Senam jantung diabetes - Nutrifood

Bisnis.com, JAKARTA—Banyak orang yang memilih untuk tidak berolahraga dengan berbagai alasan. Padahal menurut penelitian, orang-orang yang melakukan olahraga sekalipun dengan durasi yang sedikit saja ternyata bisa memperpanjang umur.

Para peneliti melakukan pemeriksaan terhadap data dari 10 studi yang diterbitkan sebelumnya yang menggunakan accelerometer untuk melacak pergerakan. Alat ini bisa mengukur jumlah pasti dari waktu aktif dari seseorang. Nah dengan alat ini dilakukan pemeriksaan terhadap 36.000 orang dewasa yang lebih tua. Setelah masa tindak lanjut selama 6—7 tahun, total 2.149 orang meninggal, atau sekitar 6% dari peserta.

Dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga, orang yang sering melakukan aktivitas fisik ternyata 73% lebih kecil kemungkinannya meninggal selama penelitian, terlepas dari seberapa intens mereka berolahraga. Bahkan dengan sedikit olahraga, mereka memiliki 52% lebih kecil kemungkinan untuk meninggal dunia lebih cepat.

Saat peneliti fokus pada orang-orang yang melakukan latihan ringan, mereka kembali menemukan bahwa bahkan sedikit latihan intensitas rendah dikaitkan dengan risiko kematian 40% lebih rendah selama penelitian, dibandingkan dengan tidak berolahraga sama sekali. Orang yang olahraga ringan, 62% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dunia selama penelitian.

Dalam penelitian ini semua peserta rata-rata berusia 63 tahun. Semua dari mereka mengenakan accelerometer selama setidaknya 10 jam sehari untuk melacak seberapa banyak mereka bergerak, intensitas tingkat aktivitas mereka, dan berapa banyak waktu mereka tidak bergerak sama sekali. Orang-orang yang kurang gerak selama 10 jam sehari adalah 48% lebih mungkin meninggal selama penelitian dibandingkan orang-orang yang bergerak lebih banyak.

"Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik yang ringan sekalipun ternyata mengurangi risiko kematian, dan ini menunjukkan bahwa semua aktivitas fisik diperhitungkan," kata Ulf Ekelund, peneliti di Norwegian School of Sport Sciences, Norwegian Institute of Public Health di Oslo.

"Ini sangat penting bagi orang tua dan bagi mereka yang mungkin sulit melakukan aktivitas fisik pada intensitas sedang dan lebih tinggi," kata Ekelund. Pesan dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap orang sebaiknya duduk lebih sedikit, bergerak lebih banyak, dan bergerak lebih sering.

Kurangnya aktivitas fisik telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini dan berbagai masalah kesehatan kronis. Berdasarkan hasil penelitian ini dibuktikan bahwa tampaknya setiap tingkat intensitas aktivitas fisik itu lebih menguntungkan dibandingkan dengan kurang gerak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
senam

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top