Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumanji: The Next Level Diprediksi Memulai Debut dengan Pendapatan US$40 Juta

Film ini diprediksi memulai debut pekan perdananya dengan pendapatan US$40 juta hingga US$50 juta.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 22 November 2019  |  17:27 WIB
Jumanji: The Next Level (2019)  -  Sony Pictures
Jumanji: The Next Level (2019) - Sony Pictures

Bisnis.com, JAKARTA – Film Jumanji: The Next Level akan segera memasuki persaingan industri film global. Rencananya, film ini akan tayang perdana pada 13 Desember di pasar domestik Amerika Utara.

Dilansir dari The Hollywood Reporter, Jumat (22/11/2019) film ini diprediksi memulai debut pekan perdananya dengan pendapatan US$40 juta hingga US$50 juta. Kendati, Sony Pictures hanya memperkirakan pendapatan sebesar US$35 juta.

Sementara itu, film-film lain rilisan tanggal yang sama pada peluncuran sekuel Jumanji ini Richard Jewels dari Warner Bros, besutan sutradara Clint Eastwood. Film ini diperkirakan mendatangkan pendapatan awal sekitar US$8 juta hingga US$12 juta.

Film lainnya adalah Black Christmas dari Universal Pictures, arahan sutradara Sophia Takal. Film ini juga diperkirakan memulai debutnya di angka US$10 juta hingga US$12 juta.

Dengan demikian, Jumanji: The Next Level diharapkan menjadi pemuncak box office akhir pekan kedua Desember mendatang. Kendati, angka ini menjadi nominal yang kecil untuk pendapatan box office akhir tahun atau musim liburan.

Film Jumanji: The Next Level merupakan sekuel dari Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) yang kala itu memulai pekan perdananya dengan pendapatan US$36 juta. Tidak berbeda jauh dengan perkiraan pendapatan film keduanya.

Sekuel ini masih disutradarai oleh Jake Kasdan. Pemeran utamanya juga masih melibatkan aktor dan aktris film pertama seperti Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, Karen Gillan, dan Nick Jonas. Sementara nama-nama pendatang baru adalah Awkwafina, Danny Glover, dan Danny DeVito.

Pembuatan filmnya sendiri telah dimulai sejak 21 Januari 2019, berlangsung di beberapa tempat seperti Atlanta, New Mexico, dan Hawaii. Film ini dilaporkan memakan biaya produksi sekitar US$125 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top