Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fesyen untuk Pria: Besar, Berani dan Modis

Di tengah perkembangan dunia fesyen yang sangat luas, masyarakat di Indonesia dimudahkan dengan banyaknya pilihan tren dan kiblat pakaian modern serta beragam.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 25 November 2019  |  14:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah perkembangan dunia fesyen yang sangat luas, masyarakat di Indonesia dimudahkan dengan banyaknya pilihan tren dan kiblat pakaian modern serta beragam.

Pesatnya pertumbuhan fesyen perempuan cenderung mengabaikan fesyen pria dengan ukuran-ukuran besar. Bisanya fesyen pria dengan plus size justru tak banyak diminati oleh industri fesyen. Padahal pangsa pasar ini cukup besar.

Desainer Wah Gede Banget, Adam Abdullah inspirasi Wah Gede Banget berasal dari kesulitan yang dialaminya saat mencari pakaian. Kesulitan itu dihadapinya saat 2014.

Pada 2014, Adam bekerja sebagai bankir di salah satu perusahaan swasta. Kala itu, dia selalu membutuhkan penampilan yang mengesankan dan profesional untuk berhadapan dengan mitra kerja atau nasabah. Namun, dia selalu terbentur dengan ukuran.

“Saya dulu sangat susah sekali untuk menemukan toko atau outlet yang menjual baju big size. Jika ada, itupun modelnya sanga biasa dan tak sesuai dengan gaya saya. Fesyen pria dan fesyen pria plus size cukup terabaikan. Ini menjadi peluang saya,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (21/11/2019).

Melalui Wah Gede Banget (WGB), Adam menyediakan pilihan lengkap fesyen pria plus size mulai dari batik, kemeja, jaket, sweater, kaus, celana hingga pakaian olahraga yang dapat dikenakan pada acara kasual hingga formal.

Harga yang ditawarkan oleh WGB mulai dari Rp189.000–Rp450.000. Bahan yang digunakan oleh WGB dominan bahan katun.

Kini desainer pakaian pria ukuran besar tengah memanfaatkan sarana digital dan ecommerce di Indonesia. WGB telah tersedia di 5 platform besar onlieshop di Indonesia dan telah memiliki 80.000 pelanggan gang tersebar di 34 provinsi, dengan pertumbuhan omset lebih dari Rp2 miliar setiap tahunnya. 

WGB juga tengah memasarka produknya hingga Malaysia dan Singapura. Selain memberikan akses luas, WGB juga meningkatkan ragam koleksi yang mengikuti tren fesyen dunia, sehingga pria-pria plus size bisa tampil dengan kepercayaan diri yang lebih lagi dan tampil fashionable.

Salah satu pelanggan WGB, Wigra Hanafiah mengaku kesulitan untuk memperoleh pakain ukuran besar. Wigra juga merasa terbantu dengan fesyen modern berukuran besar dari brand WGB. “Sebelumnya gaya berpakaian saya terlalu monotob, saya juga sempat bingung untuk mencari lokasi membeli pakaian plus size,” ungkapnya. 

WGB juga terus mengukir prestasi dalam pertumbuhan bisnis. Di tengah 2019, WGB masjk sebagai finalis 20 terbaik diajang modest fashion founders fund oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dan menjadi brand plus size pria satu-satunya yang lolos dalam prosea seleksi. 

Adam menambahkan, dalam perhelatan peragaan busana tersebut, menjad pergelaran perdana bagi WGB di industri fesyen Indonesia, sekaligus momentum perdana bagi brand plus size di Indonesia dalam fashion show profesional. 

Melalui Modest Fashion Founders Fund ini, WGB banyak dibekali pengetahuan, strategi serta pengelolaan keuangan di industri fesyen, sehingga ke depannya WGB tak hanya mampu memberikan pilihan akses pakaian berukuran besar tetapi mampu mengelola perusahaan dengan baik dan tumbuh besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top