Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Imunitas Rendah, Ibu Hamil dan Menyusui Perlu Waspada Virus Corona

Wanita hamil dan bayi yang baru lahir seharusnya dianggap sebagai populasi berisiko utama dalam strategi yang berfokus pada pencegahan dan manajemen infeksi COVID-19.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  12:38 WIB
Ibu hamil - Antara
Ibu hamil - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Jakarta Raya (POGI JAYA) menyerukan keamanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, serta anak-anak dari virus corona.

Wanita hamil dan bayi yang baru lahir seharusnya dianggap sebagai populasi berisiko utama dalam strategi yang berfokus pada pencegahan dan manajemen infeksi COVID-19.

Sekjen POGI JAYA, dr Ulul Albab mengatakan walaupun belum diumumkan adanya kasus terpaparnya COVID-19 pada ibu hamil dan ibu menyusui di Indonesia, namun kedua kelompok ini tetap perlu waspada dengan lebih meningkatkan imunitas tubuh mereka.

"Ibu hamil dan ibu menyusui rentan dengan berbagai penyakit akibat perubahan hormonal sehingga secara otomatis daya tahan tubuh mereka lebih rendah," katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa (17/3/2020).

Dalam penelitian yang dilakukan dan dipublikasikan oleh Royal College of Obstetricians and Gynecologists, Royal College of Midwives dan Royal College of Paediatrics and Child Health, dengan masukan dari Royal College of Anaesthetists, Public Health England, hingga kini masih belum ada bukti bahwa virus dapat menular ke bayi selama kehamilan.

Selain itu, hingga kini belum ditemukan bukti bahwa virus dapat dibawa dalam ASI, sehingga sang bayi dapat merasakan manfaat menyusui melebihi potensi risiko penularan virus corona melalui ASI.

Namun sebagai pendekatan pencegahan, ibu hamil dengan dugaan atau dikonfirmasi coronavirus ketika mereka akan melahirkan, disarankan untuk segera menemui dokter kandungannya serta mengatur rencana kelahiran mereka sedekat mungkin.

POGI JAYA juga menyarankan agar ibu hamil dengan dugaan atau konfirmasi infeksi Covid-19 harus diobati dengan terapi suportif dengan mempertimbangkan adaptasi fisiologis kehamilan. Persalinan darurat dan keputusan darurat lainnnya didasarkan pada banyak faktor, yakni usia kehamilan, kondisi sang ibu, dan stabilitas janin.

"Konsultasi dengan spesialis kebidanan, neonatal, dan perawatan intensif (tergantung pada kondisinya) sangatlah penting," kata Ulul.

Terkahir, POGI JAYA meminta agar pihak rumah sakit memperhatikan keselamatan para tenaga medis yang sedang hamil saat bertugas. Prioritas alat peralatan keselamatan harus diutamakan bagi para tenaga medis yang sedang hamil tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ibu hamil Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top