Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manfaat Makanan Berserat Bagi Imunitas Tubuh

Pola makan dan hidup yang terpapar berbagai polutan serta stres yang menurunkan daya tahan tubuh.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 17 April 2020  |  18:43 WIB
Makanan berserat - boldsky.com
Makanan berserat - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk menjaga kesehatan tubuh di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), pakar kesehatan menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi makanan berserat.

Pemerhati kesehatan Ge Recta Geson berpandangan, pandemi Covid-19 akan dapat memakan korban jiwa yang sudah memiliki masalah kesehatan. Pasalnya, virus akan menyerang manusia yang mengalami penurunan imun. Seperti, orang tua, penderita penyakit infeksi, maupun penyakit-penyakit kronis.

“Sementara, orang yang sehat jika terpapar virus umumnya hanya menjadi carrier saja dengan gejala ringan seperti flu biasa sampai tidak mengalami gejala sama sekali,” katanya di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Alumni Fakultas Farmasi Ubaya Surabaya itu mengatakan, 70 hingga 80 persen imun di seluruh tubuh dibentuk dalam saluran cerna (gut). Microbiota yang mengedukasi dan memodulasi sistem imun sehingga mampu melawan atau membunuh patogen apapun termasuk virus. Mikrobiota adalah seluruh mikroba dan materi genetiknya dalam tubuh yang berperan dalam mempromosikan kesehatan.

“Karena pola makan dan hidup yang terpapar berbagai polutan dan beban tekanan stres yang dapat merusak mikrobiota dalam saluran cerna, diperlukan upaya pemulihan kembali,” imbuhnya.

Karena itu, menyarankan agar mengkonsumsi pangan yang sehat bergizi serta vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh. Hal ini bertujuan untuk membentuk kembali mikrobiota yang sehat, sangat disarankan rutin mengkonsumsi probiotik dan prebiotik.

“Probiotik yang baik mengandung berbagai mikroba yang menguntungkan dan selaras dengan alam. Prebiotik adalah makanan probiotik berupa non digestable fiber yang biasanya terdapat dalam buah dan sayur,” terangnya.

Dia menyatakan, virus yang sering jadi penyebab outbreak pandemi adalah virus ribonucleic acid (RNA), yang hanya memiliki single strand genetic. Covid-19 menurutnya adalah virus single strand RNA, sehingga mudah bermutasi karena tidak memiliki proofreading yang bisa mengoreksi terjadinya salah transkripsi seperti pada virus DNA atau sel kita.

Ge Recta mengapresiasi langkah preventif penularan Covid-19 dengan memakai penyemprotan disinfektan. Menurutnya, langkah tersebut bagus. Hanya saja, yang perlu dipertimbangkan adalah resiko akan menciptakan mutan baru yang berdampak pada kesehatan manusia.

“Lantas, apakah tidak akan terjadi outbreak pandemi baru dalam periode yang lebih singkat,” pungkasnya.

Pada Jumat, pemerintah merilis data resmi ada 5.923 warga yang positif terpapar Covid-19, dengan angka kesembuhan sebanyak 607 orang dan jumlah korban meninggal 520 orang.

Berbagai protokol pencegahan telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk menekan laju penyebaran virus Corona. Salah satunya dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah yang terdampak Covid-19 karena virus Corona ditularkan antarmanusia melalui kontak dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan makanan berserat Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top