Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenali Penyebab dan Jenis Diabetes Melitus

Resistensi Insulin adalah kondisi ketika sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik karena adanya gangguan aksi kerja insulin atau terganggunya respon sel tubuh terhadap insulin.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  13:10 WIB
Diabetes - boldsky.com
Diabetes - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Masih tingginya kebiasaan masyarakat tidak berolahraga atau tidak menjaga berat badan seimbang dapat menjadi potensi seseorang mengidap Diabetes Melitus.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM, penyakit Diabetes Melitus merupakan suatu gangguan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa di dalam dalam darah yang salah satu penyebebanya adalah kurangnya produksi insulin dan resistensi insulin.

Resistensi Insulin adalah kondisi ketika sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik karena adanya gangguan aksi kerja insulin atau terganggunya respon sel tubuh terhadap insulin.

Khomimah menjelaskan, gangguan aksi kerja insulin dan kurangnya produksi insulin tersebut bisa disebabkan karena adanya berbagai faktor risiko seseorang untuk mengalami diabetes. Adapun faktor risiko tersebut terbagi menjadi dua kategori.

Pertama, orang yang gemuk dengan indeks masa tubuhnya lebih dari 23 atau orang yang gemuk atau kelebihan berat badan. Beberapa penyebab kelebihan indeks masa tubuh, pertama, jarang melakukan gerak badan atau tidak olahraga. Kedua, memiliki riwayat atau keturunan terutama orang tua yang mengidap diabetes. Ketiga, orang yang memiliki hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Keempat, kadar kolesterol HDL alias kolesterol baik yang rendah atau kadar trigliserit yaitu salah satu jenis lemak di dalam darah yang tinggi.

Kelima, mereka yang memiliki riwayat pre diabetes dimana suatu kondisi kadar glukosa darah dengan nilai lebih dari normal tapi belum kategori diabetes, atau belum memenuhi kriteria kadar glukosa darah diabetes.

Keenam, memiliki riwayat penyakit kardiovaskular alias penyakit yang terjadi akibat gangguan jantung dan pembuluh darah. Ketujuh, pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram. Kedelapan, kelompok orang dengan usia lebih dari 45 tahun meskipun tidak ada risiko yang disebutkan pada poin pertama hingga ketujuh di atas.

“Perlu diperhatikan bawah Diabetes Melitus bukanlah sebuah virus atau bakteri. Diabetes Mellitus adalah sebuah penyakit degeneratif (bukan penyakit menular),” ujar dr. Khomimah melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (20/7/2020).

Dia memerinci, penyakit degeneratif adalah kondisi medis yang terjadi ketika fungsi dan struktur jaringan ataupun organ dalam tubuh memburuk seiring berjalannya waktu sehingga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Dalam hal ini, Diabetes Melitus terjadi akibat gangguan metabolisme glukosa atau yang lebih dikenal dengan kencing manis dimana di dalam air kemih pasien penyandang diabetes kandungan gulanya tinggi.

Lantas, apa saja jenis-jenis Diabetes Melitus? Khomimah menjelaskan Diabetes Melitus terdiri dari Diabetes tipe 1, Diabates tipe 2, Diabetes dalam Kehamilan atau Gestasional, dan Diabetes Tipe Lainnya.

Jenis Diabetes tipe 1 penyebabnya yaitu akibat gangguan autoimun yang menyebabkan sistem imun tubuh merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin di dalam pancreas sehingga produksi insulin sangat kurang. Diabetes tipe 1 tersebut juga disebabkan oleh hal yang tidak diketahui penyebabnya.

Jenis Diabetes tipe 2 penyebabnya bervariasi terkait masalah resistensi insulin atau gangguan aksi kerja insulin. Jadi, kondisi Diabetes tipe 2 terjadi saat tubuh seseorang memiliki kadar insulin yang cukup atau malah lebih tinggi dari kadar nilai rata-rata orang normal, namun tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan optimal sehingga jumlah glukosa yang menetap di dalam darah menjadi berlebih. Diabetes tipe 2 juga terjadi akibat gangguan dari sekresi atau produksi insulin akibat faktor-faktor risiko yang telah dijelaskan sebelumnya.

Jenis Diabetes Kehamilan atau Gestasionalterjadi akibat resistensi insulin atau aksi kerja insulin meningkat saat kehamilan.

“Peningkatan tersebut terjadi akibat perubahan hormonal dalam tubuh atau berat badan meningkat sehingga tubuh menjadi lebih gemuk. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang hamil mengalami Diabetes Gestasional. Diabetes jenis ini muncul tergantung dari sejauh mana tubuh mampu beradaptasi dengan kadar insulin,” kata Khomimah.

Jenis Diabetes Tipe Lain penyebabnya bisa terjadi akibat berbagai hal lainnya seperti penggunaan obat-obatan seperti obat golongan steroid atau obat yang mengandung hormon dimana obat tersebut akan meningkatkan resistensi insulin sehingga meningkatkan aksi kerja insulin. Obat tersebut akan meningkatkan produksi gula melalui mekanisme hormonal. Jenis Diabetes Tipe Lain juga terjadi akibat infeksi seperti TBC atau terdapat tumor di pankreas sehingga dapat menyebabkan rendahnya produksi insulin.

“Perlu diingat bahwa pankreas memiliki fungsi untuk memproduksi insulin. Jika terdapat gangguan pada pankreas, maka mesin yang memproduksi insulin tersebut kinerjanya akan berkurang yang berakibat pada kurangnya jumlah insulin,” ternag dr. Khomimah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes kencing manis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top