Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi : Orang Mengalami Penuaan Tercepat Saat Berusia 40 Tahun

Usia biologis adalah pengukuran usia berdasarkan berbagai biomarker, dan dapat berubah karena gaya hidup dan faktor kesehatan lainnya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 20 September 2020  |  16:27 WIB
Penuaan dini - youglo.co
Penuaan dini - youglo.co

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti China mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan kecerdasan buatan teknologi yang dapat menghitung usia biologis seseorang dari gambar 3D.

Usia biologis adalah pengukuran usia berdasarkan berbagai biomarker, dan dapat berubah karena gaya hidup dan faktor kesehatan lainnya.

Tim dari Universitas Peking dan Universitas Shanghai Jiao Tong mengatakan bahwa mereka menemukan tanda-tanda bahwa seseorang  "cepat tua" -dengan usia biologis lebih tua dari usia numerik mereka atau "usia lambat" paling terlihat antara usia 40 dan 50.

"Usia paruh baya adalah tahap yang ideal untuk intervensi penuaan," kata pemimpin tim Han Jingdong dari Universitas Peking dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Metabolism bulan ini dilansir dari SCMP.

Dalam siaran pers yang diposting di situs web Chinese Academy of Sciences pada hari Selasa, tim tersebut mengatakan penelitian mereka menunjukkan bahwa yoghurt, kopi, buah-buahan, ayam, kacang-kacangan dan "makan tepat waktu" dapat membantu memperlambat penuaan.

Sebaliknya, merokok, minum alkohol, makan acar, minum antibiotik, dan paparan sinar ultraviolet bisa membuat orang terlihat lebih tua, yang didukung oleh hasilnya.

Sistem ini dibangun di atas database yang berisi 5.000 fitur wajah orang dalam tiga dimensi dan informasi kesehatan terkait.

Tim mengujinya pada beberapa ratus orang di Beijing dan menemukan itu tidak hanya mencapai margin kesalahan yang lebih kecil antara usia numerik dan biologis subjek - 2,7 tahun - tetapi juga menjelaskan mengapa orang menua secara berbeda lebih baik daripada metode lain yang digunakan untuk melakukannya, seperti tes darah.

Sistem tersebut memungkinkan tim Han membangun portofolio penuaan biologis orang-orang dengan biaya yang relatif rendah. Hasil penelitian menunjukkan ada "keadaan stabil alternatif" dan intervensi penuaan selama periode tersebut mungkin terganggu oleh faktor lain seperti hormon pertumbuhan atau penyakit yang cenderung terjadi pada populasi yang lebih tua, kata mereka.

Teknologi ini didasarkan pada algoritma AI yang dikenal sebagai jaringan saraf konvolusional dalam, dapat digunakan sebagai "penaksir kesehatan superior", kata studi tersebut.

Sebuah studi oleh para peneliti di Universitas Tsinghua pada tahun 2017 menemukan bahwa beberapa gen yang tumbuh cepat di masa kanak-kanak dapat memperpanjang kesehatan dan kehidupan. Sebuah studi skala besar pada orang muda di AS, Inggris, Israel dan Selandia Baru menemukan bahwa penuaan bisa dimulai sejak usia 26 tahun.

Dalam percobaan yang dilakukan oleh para peneliti di San Diego pada tahun 2018, para relawan diperlihatkan gambar yang disimulasikan oleh komputer dari wajah mereka lima tahun kemudian dengan atau tanpa penyamakan matahari biasa. Sebagian besar relawan memutuskan untuk berhenti pergi ke pantai setelah melihat seperti apa rupa mereka jika tidak.

Studi Han mengatakan bahwa teknologi baru dapat membantu mengelola masalah penuaan di China, tetapi informasi biometrik harus dilindungi dengan baik.

"Itu harus dijaga dengan hati-hati dari penggunaan yang tidak etis," kata surat kabar itu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penuaan kecerdasan buatan (AI)
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top