Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pfizer Ajukan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 Darurat Akhir November 2020

Tonggak sejarah itu harus dicapai pada minggu ketiga bulan November, Chief Executive Officer Pfizer Albert Bourla mengatakan dalam surat terbuka yang diterbitkan Jumat di situs web perusahaan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  08:10 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pfizer Inc. mengatakan pihaknya dapat meminta izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 di AS pada akhir November jika suntikan terbukti efektif dalam uji coba tahap akhir yang besar.

Tonggak sejarah itu harus dicapai pada minggu ketiga bulan November, Chief Executive Officer Pfizer Albert Bourla mengatakan dalam surat terbuka yang diterbitkan Jumat di situs web perusahaan.

"Biar saya perjelas, dengan asumsi data positif, Pfizer akan mengajukan penggunaan otorisasi darurat di AS segera setelah pencapaian keselamatan tercapai," tulis Bourla dilansir dari Bloomberg.

Penjelasan awal tentang apakah vaksin itu efektif dapat dilakukan akhir bulan ini, tergantung pada seberapa cepat subjek dalam uji coba beberapa di antaranya mendapat suntikan plasebo terinfeksi virus.

Jeremy Faust, seorang dokter pengobatan darurat di Brigham and Women’s Hospital di Boston mendukung rencana Pfizer itu. Faust termasuk di antara sekelompok ilmuwan terkemuka yang sebelumnya mendesak Pfizer untuk menunggu setidaknya hingga akhir November sebelum mencari otorisasi darurat.

Bahkan efek samping ringan atau sedang dapat merusak kepercayaan publik pada vaksin jika awalnya tidak dipahami atau dijelaskan, dan menunggu data keamanan selama dua bulan membuat kemungkinannya jauh lebih kecil, katanya.

Howard Forman, direktur program manajemen perawatan kesehatan Yale School of Public Health juga menyetujui keputusan Pfizer. 

Forman, yang juga menandatangani surat dari para ilmuwan, berpartisipasi dalam uji coba Pfizer dan menerima dosis kedua dari vaksin tersebut sekitar sebulan lalu.

“Sepertinya mereka melakukan hal yang benar,” kata Forman.

Namun dia mengatakan PPfizer masih harus membuktikan bahwa vaksin tersebut aman dan berfungsi, termasuk di berbagai subkelompok seperti orang tua.

Pfizer dan Moderna Inc. adalah dua pelopor dalam pengujian vaksin Covid-19 di A.S. Keduanya menguji apa yang disebut vaksin messenger RNA, jenis vaksin baru yang mengubah sel tubuh menjadi pabrik kecil pembuat vaksin. Teknologi tersebut belum pernah digunakan dalam vaksin yang disetujui.

Moderna sendiri hanya sedikit di belakang Pfizer, dan mengatakan bisa mendapatkan data kemanjuran awal pada akhir November. Meskipun keduanya memulai uji coba tahap akhir pada akhir Juli, Pfizer memimpin karena kecepatan pendaftaran uji coba dan pemberian suntukan.

Dua dosis vaksin Pfizer diberikan dengan jarak tiga minggu sedangkan Moderna diberikan jeda selama empat minggu. Moderna juga sedikit memperlambat pendaftaran dalam uji coba untuk meningkatkan keragaman di antara peserta penelitian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top