Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Tingkatkan Risiko Stadium Penyakit Tidak Menular

Dewan Penasihat & Dewan Etik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Anwar Santoso mengatakan terganggunya pelayanan pengobatan PTM dapat menimbulkan dampak negatif karena akses yang terbatas seperti tertundanya diagnosis.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  13:42 WIB
Hipertensi.  - Bisnis.com
Hipertensi. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya pencegahan dan pelayanan pengobatan penyakit tidak menular (PTM) , khususnya kardiovaskular terganggu selama pandemi virus corona (Covid-19.

Dewan Penasihat & Dewan Etik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Anwar Santoso mengatakan terganggunya pelayanan pengobatan PTM dapat menimbulkan dampak negatif karena akses yang terbatas seperti tertundanya diagnosis.

"Ini bisa berakibat pada peningkatan stadium penyakit, terganggunya proses terapi (pengobatan, rehabilitasi, perawatan paliatif), dan peningkatan faktor-faktor risiko perilaku seperti fisik kurang aktif," ujarnya dikutip Bisnis dari siaran pers, Sabtu (17/10/2020).

PTM, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, pernapasan kronis, diabetes, dan gangguan mental diketahui telah mengakibatkan lebih dari 70% kematian di dunia, sekaligus menimbulkan beban finansial dan sosial yang sangat besar di berbagai negara (baik yang berpenghasilan tinggi, menengah, maupun rendah).

Di Indonesia, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2016, dilaporkan bahwa angka kematian di Indonesia sebesar 1.863.000 jiwa, di mana 35% dari angka tersebut disebabkan oleh penyakit kardiovaskular.

Dengan terjadinya pandemi COVID-19, bukan tidak mungkin kondisi ini dapat semakin parah. Maka dari itu, menurut Anwar selain menjalankan protokol kesehatan Covid-19, penting pula untuk tetap memperhatikan upaya optimalisasi pencegahan dan pelayanan pengobatan PTM, khususnya penyakit kardiovaskular.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr. Lia G. Partakusuma, mengatakan layanan kesehatan yang terdampak Covid-19 menjadikan PTM, terutama penyakit kardiovaskular, sebagai salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi masyarakat dalam jangka panjang. Kondisi tersebut diperburuk dengan terbatasnya ruang gerak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Namun, Lia mengatakan berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia telah melakukan ragam upaya untuk menjaga kontinuitas pelayanannya, terutama bagi pasien PTM. Salah satu upaya untuk memastikan layanan pasien PTM terus berlanjut di tengah pandemi adalah dengan memanfaatkan teknologi telehealth yang memungkinkan konsultasi jarak jauh antara pasien dan dokter secara daring.

Kegiatan ini membuka akses bagi pasien dari seluruh daerah di Indonesia untuk tetap dapat meneruskan program pengobatannya tanpa harus datang ke Rumah Sakit. Dengan kemajuan teknologi informasi, pasien masih bisa berkomunikasi langsung dengan dokternya, serta mendapatkan arahan tata laksana sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.

"Namun bila terdapat gejala yang berat maka tentu pasien diwajibkan segera mendapat pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit tidak menular Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top