Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketidaksetaraan Sistemik, Virus Corona Terus Menghantui Kelompok Minoritas di Inggris

Adanya ketidaksetaraan terhadap etnis minoritas di Inggris terungkap sejak awal masa pandemi.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  18:06 WIB
rnPetugas medis merawat pasien Covid-19 di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters\\r\\n
rnPetugas medis merawat pasien Covid-19 di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Penelitian terbaru oleh lembaga kesetaraan ras Runnymede Trust telah menemukan bahwa pandemi virus corona baru terus memengaruhi etnis minoritas secara tidak proporsional. Sebelumnya, dilaporkan juga bahwa orang kulit hitam dan Asia lebih mungkin meninggal karena virus ini.

Penelitian Runnymede menemukan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, tidak ada yang berubah terkait Covid-19 dan garis ras bahwa kelompok Black, Asian and Minority Ethnic (BAME) terus terkena dampak virus secara tidak proporsional sebagai akibat dari ketidaksetaraan sistemik.

Lembaga itu menyebut kendati ketidaksetaraan terungkap sejak awal tahun atau awal masa pandemi, hanya ada sedikit upaya untuk menghentikan Covid-19 agar tidak memukul komunitas etnis minoritas saat banyak negara, khususnya Inggris akan memasuki gelombang kedua.

Penelitian yang dilakukan Runnymede bekerja sama dengan CF Healthcare Consultancy dan Institute for Public Policy Research menemukan lebih dari 2.500 kematian dapat  dihindari selama gelombang pertama Covid-19 di Inggris dan Wales.

Mereka memperkirakan bahwa lebih dari 58.000 dan 35.000 kematian tambahan dari Covid-19 akan terjadi, jika populasi kulit putih telah mengalami risiko kematian  yang sama dari penyakit pandemi ini dengan populasi kulit hitam dan Asia.

Lembaga kesetaraan ras itu mengatakan penyakit yang mendasari seperti jantung, paru-paru, dan diabetes tidak menjelaskan ketidaksetaraan yang terjadi. Parth Patel, penulis studi mengatakan ras dan etnis adalah konsep yang ditentukan masyarakat dan alasan penanganan Covid-19 adalah isu sosial bukan genetik.

'Kami menemukan bahwa perbedaan penyakit yang mendasari, tidak mendorong perbedaan ini. Ketidaksetaraan ini tidak bisa dihindari - pemerintah dapat mengambil langkah praktis sekarang untuk menguranginya di musim dingin ini dan menghindari kematian yang tidak perlu,” katanya seperti dikutip Metro UK, Jumat (23/10/2020).

Nick Treloar, rekan penulis studi dan analis riset di Runnymede Trust menambahkan bahwa mereka tidak terkejut dengan temuan tersebut. Studi mereka hanya merupakan yang terbaru dari rentetan panjang angka yang sudah ada.

Runnymede meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk mengatasi ketidaksetaraan yang terjadi. Menurutnya, etnis perlu ditambahkan sebagai faktor risiko dan akomodasi isolasi diri sementara perlu disediakan.

“Jika tidak segera bertindak, kita akan tidur berjalan ke dalam kesalahan yang sama seperti saat gelombang pertama dan melihat kematian yang tidak proporsional, yang sebetulnya bisa dapat dihindari bagi komunitas BAME,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minoritas Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top