Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LPPOM MUI: Vaksin Virus Corona Harus Diuji Keamanannya Sebelum Digunakan

LPPOM MUI menegaskan agar vaksin yang akan diberikan ke manusia, khususnya secara massal, harus dibuktikan keamanannya dulu oleh BPOM.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 31 Oktober 2020  |  08:59 WIB
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) meminta agar vaksin Covid-19 dapat dipastikan keamanannya sebelum digunakan secara massal.

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, mengatakan bagi MUI kualitas, keamanan, dan efikasi dari vaksin Covid-19 sangatlah penting sebagai dasar pengeluaran sertifikat halal. Semua tergantung pada BPOM dalam menguji ketiga poin utama tersebut.

"Harus ada surat dulu dari BPOM. Kalau memenuhi persyaratan, baru keluarkan halalnya," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (30/10/2020).

Lantas bagaimana jika BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin sebelum ada hasil uji klinik berupa keamanan, kualitas, dan efikasi?

Lukmanul teguh bahwa setiap vaksin yang akan diberikan ke manusia, khususnya secara massal, harus dibuktikan keamanannya dulu oleh BPOM. Tentu, dia berpendapat agar lebih baik merampungkan uji klinik tahap 3 terlebih dahulu.

"Kalau kira-kira sekarang darurat malah membahayakan, atau tidak safe, malah bukan menyelamatkan. Tujuan kita menyelamatkan, safenya dijamin dulu," tegasnya.

Namun bagaimana dari sisi kehalalan? Lukmanul menjelaskan boleh menggunakan produk tidak halal karena keadaan darurat, dalam arti jika tidak segera digunakan obat tersebut, akan menimbulkan cacat permanen hingga kematian.

"Sekarang kita sedang memasuki tahap kedua, mencari yang halal. Jika tidak ditemukan yang halal, tetapi bisa menyebabkan cacat permanen dan kematian, maka yang tidak halal bisa digunakan dengan dasar kedaruratan," jelasnya.

Di sisi lain Lukmanul mengatakan LPPOM, bersama Inspektur Badan POM, Kementerian Kesehatan, dan PT Biofarma belum dapat melakukan inspeksi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Good Manufacture Practice(GMP) ke sarana produksi vaksin Covid-19 di China.

Dia menyebut saat ini tim inspeksi baru saja menyelesaikan masa isolasi mandiri di China. Setelah ada pemeriksaan ulang kesehatan, barulah tim melakukan inspeksi ke pabrikan vaksin Sinovac, Sinopharm, dan Cansino.

"Baru kemarin selesai masa isolasinya," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top