Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perhatikan 10 Makanan yang Aman Dikonsumsi Hamil Trimester Ketiga

Pada usia trimester ketiga bayi terus berkembang pesat, dengan bertambahnya berat badan bayi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 November 2020  |  17:58 WIB
Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil

Bisnis.com, JAKARTA - Kehamilan pada trimester ketiga kehamilan dimulai pada minggu ke 28 dan mungkin berlangsung hingga minggu ke 40 atau dimulai pada bulan ketujuh dan terakhir pada bulan kesembilan kehamilan.

Pada usia trimester ketiga bayi terus berkembang pesat, dengan bertambahnya berat badan bayi dan ukuran perutnya. Ada banyak perubahan yang terjadi pada trimester ketiga.

Ini termasuk transformasi tulang rawan ke tulang, perkembangan rambut, kulit dan kuku, serta pertumbuhan otak dan panca indera bayi. Selama ini, calon ibu mungkin akan merasakan banyak gerakan oleh bayi yang disertai dengan gejala seperti kelelahan, gelisah, kaki bengkak, sulit tidur dan banyak lagi lainnya.

Diet memainkan peran utama selama trimester ketiga karena membantu pertumbuhan dan perkembangan janin dan juga membantu memberikan nutrisi penting kepada ibu. Makanan yang mereka makan selama ini juga menangkal gejala kehamilan yang disebutkan di atas.

Berikut ini, makanan bergizi dan sehat terbaik untuk dimakan selama trimester ketiga kehamilan seperti dilansir dari laman Tempo:

1. Produk susu

Produk susu rendah lemak seperti susu, keju, dan yoghurt memberikan kalsium untuk perkembangan gigi, kerangka dan tulang bayi. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa selama trimester ketiga, tubuh wanita menyerap sekitar 72 persen kalsium saat asupan kalsium harian sekitar 1171 mg.

2. Daging

Daging adalah sumber protein yang bagus. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa protein hewani selama kehamilan merupakan sumber utama nutrisi yang membantu mencegah defisiensi vitamin B12 dan zat besi dalam tubuh, yang dapat menyebabkan risiko berat badan lahir rendah, preeklamsia dan otak terbelakang. Selain itu, hindari konsumsi daging merah.

3. Telur

Telur merupakan sumber utama yodium, zat besi, protein dan DHA. Sebuah penelitian mengatakan bahwa yodium dalam telur dapat membantu dalam pencegahan hipertiroidisme postpartum dan hipotiroidisme neonatal bersamaan dengan komplikasi kehamilan seperti aborsi, cacat lahir dan kerusakan otak.

4. Tahu

Tahu adalah sumber kalsium yang kaya. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kekurangan kalsium selama kehamilan dapat meningkatkan risiko preeklamsia dan kondisi hipertensi lain yang berhubungan dengan kehamilan. Tahu adalah produk kedelai dan asupan produk kedelai lainnya seperti tempe atau miso juga dianggap bergizi selama trimester ketiga.

5. Kacang-kacangan

Selama kehamilan, kebutuhan nutrisinya meningkat karena pertumbuhan janin dan perkembangan jaringan ibu. Kacang-kacangan adalah bagian penting dari makanan Mediterania bersama dengan buah-buahan, sayuran, dan susu. Mereka bersama-sama membantu mengurangi risiko kelahiran prematur, diabetes gestasional, obesitas pada bayi baru lahir, dan komplikasi berat badan lahir yang lebih tinggi.

6. Selada

Sayuran berdaun seperti selada kaya akan folat. Secangkir selada mengandung sekitar 64 mcg folat. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa folat merupakan nutrisi penting dalam pencegahan cacat tabung saraf pada bayi baru lahir. Folat juga memastikan pertumbuhan dan perkembangan janin yang tepat.

7. Makanan Laut

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rata-rata asupan makanan laut, sekitar 29 g per hari atau 2-3 porsi per minggu selama kehamilan dapat menurunkan risiko bayi lahir kecil untuk usia kehamilan (SGA). Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan laut rata-rata ibu (sekitar 450 gram) per minggu dapat meningkatkan IQ bayi baru lahir. Makanan laut juga kaya akan asam lemak omega-3, protein, mineral, dan vitamin D.

8. Biji labu

Biji labu merupakan sumber zat besi dan seng yang baik. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan komplikasi terkait kehamilan seperti berat badan lahir rendah. Selain itu, kandungan magnesium yang tinggi pada biji labu dapat mencegah risiko persalinan prematur dan membantu penyerapan kalsium oleh tubuh.

9. Chickpea

Sekitar 55 persen wanita mengalami kenaikan berat badan kehamilan yang berlebihan selama kehamilan dengan penurunan kualitas makanan. Makanan ringan berserat tinggi seperti chickpea memenuhi kebutuhan serat makanan harian seiring dengan peningkatan energi. Selain itu, juga kaya vitamin C, B6 dan B12.

10. Wortel

Wortel kaya akan vitamin A yang membantu pertumbuhan dan perkembangan mata, kulit, gigi dan tulang bayi. Para ahli menyarankan bahwa konsumsi sekitar 300 mL jus wortel selama trimester terakhir kehamilan mencegah banyak komplikasi terkait kehamilan.

Sementara, makanan yang harus dihindari saat trimester ketiga kehamilan seperti makanan laut mentah atau diasap, jeruk, kecambah mentah, produk susu yang tidak dipasteurisasi, ikan merkuri tinggi seperti hiu dan mackerel, daging merah dan kafein tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan hamil ibu hamil
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top