Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apa Itu Maskne? Ini Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

Penggunaan masker yang tidak sering diganti akan menimbulkan masalah maskne. Biasanya muncul sebagai jerawat, kemerahan, atau bahkan iritasi di sekitar mulut, pipi, hingga garis rahang.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 18 November 2020  |  15:52 WIB
Seorang perempuan Iran mengenakan masker di Teheran pada 5 Maret 2020./Antara - Reuters
Seorang perempuan Iran mengenakan masker di Teheran pada 5 Maret 2020./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA  Maskne (mask acne) jerawat yang terjadi akibat masker merupakan istilah yang mulai populer di masa pandemi Covid-19. Sebab penyebaran Covid-19 membuat setiap orang yang akan keluar rumah harus menutupi permukaan hidung dan mulutnya dengan menggunakan masker.

Penggunaan masker yang tidak sering diganti akan menimbulkan masalah maskne. Biasanya muncul sebagai jerawat, kemerahan, atau bahkan iritasi di sekitar mulut, pipi, hingga garis rahang.

Mengutip dari www.shape.com, beberapa dermatolog mempertimbangkan mengapa maskne bisa terjadi dan langkah apa yang seharusnya dilakukan untuk meredakan maskne.

Apa itu Maskne?

Dermatolog bersertifikat Uptown Dermatology di Houston Elizabeth Mullans, M.D. mengatakan maskne terjadi ketika keringat, minyak kulit, dan bakteri terperangkap di kulit saat mengenakan masker.

“Masker wajah dapat menyebabkan iritasi baik dengan menggosokkan kulit secara fisik, yang dapat merusak pelindung kulit, atau dengan menjebak kelembapan, yang dapat menyebabkan jerawat,” kata Dr. Mullans seperti dikutip, Rabu (18/11/2020).  

Jenis jerawat ini disebut acne mechanica, yang mencakup masalah kulit apa pun karena tekanan, gesekan, menggosok, perasan, atau peregangan.

Maskne berbeda dari jenis jerawat lainnya (seperti jerawat yang muncul di sekitar menstruasi, misalnya yang bersifat hormonal) karena hanya terjadi di area di mana masker menempel di kulit. 

Pada kulit yang sehat, seorang dokter kulit bersertifikat dan direktur pendiri Estetika Dermatologi Abadi di Fulton Ife J. Rodney, M.D. mengatakan ada jumlah normal bakteri dan jamur yang hidup di sana. Namun, ketika pori-pori tersumbat karena keringat berlebih dan kelembapan dari masker, organisme ini tumbuh berlebih sehingga menyebabkan jerawat.  Faktor lain, yaitu ketika cuaca panas karena lembab di balik masker dapat menimbulkan maskne.

“Kombinasi keringat, minyak, dan kelembapan dari pernapasan di bawah masker dapat menyumbat pori-pori,” kata Dr. Rodney.

Selain itu, dia mengatakan gesekan dan lecetnya masker saat bersentuhan dengan kulit lembab dapat menyebabkan kulit rusak. Masker yang menggosok kulit yang lebih kering dari biasanya dapat menyebabkan folikel rambut terbuka, yang kemudian memungkinkan bakteri penyebab jerawat masuk ke dalam kulit.

“Jadi intinya, maskne di musim panas kemungkinan besar disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat, sedangkan maskne di musim dingin bisa disebabkan oleh gesekan pada kulit yang kering dan lembut," jelasnya.

Bagaimana cara mencegah maskne?

Berikut langkah-langkah agar membantu mencegah lebih banyak jerawat:

1. Cuci muka secara teratur

Mulailah dengan mencuci muka sebanyak 2 kali sehari, sebelum dan sesudah memakai masker

2. Gunakan pelembab

Setelah mencuci muka, penggunaan pelembab merupakan langkah penting untuk mencegah kekeringan dan memperbaiki kulit.

3. Lewati make up

Penggunaan banyak produk di balik masker dapat menyebabkan penumpukan pada kulit. Jangan menggunakan alas bedak atau pilih produk non komedogenik agar kulit bisa bernapas, terutama jika Anda berolahraga.

4. Pilih masker dengan bijak

Pilihlah masker katun yang lembut untuk mengurangi gesekan dan iritasi.

5. Cuci masker setiap setelah digunakan

Bukan hanya untuk mencegah penyebaran Covid-19, tetapi juga untuk menghilangkan bakteri dan minyak penyebab dari masker.

Gunakan air panas, deterjen pakaian, dan cuka putih yang memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Pastikan saat mencuci, menggunkan deterjen yang bebas pewangi karena sisa pewangi juga dapat mengiritasi kulit.

Hal terpenting yang dapat dilakukan ketika maskne muncul adalah memperhatikan bagaimana reaksi kulit Anda saat menggunakan masker. Perhatikan apakah Anda merasa kelembapan menumpuk di balik masker atau kulit terasa iritasi.

 

Bagaimana merawat maskne?

1. Eksfloitasi dan hidrasi

Selain mencuci muka sebanyak dua kali sehari. Dua hal terpenting dalam perawatan kulit adalah dengan mengeksfloitasi kulit dan pelembab yang menghidrasi.

2.Spot treat

Jika sudah mengalami jerawat yang berhubungan dengan masker, maka Anda dapat menggunakan spot treat yang mengandung salicylic acid, zinc, atau 2,5 persen benzoyl peroxide.

3. Gunakan pembersih yang dapat mengobati jerawat

Jika Anda memiliki kulit yang rentan dengan jerawat atau sensitif, maka sangat penting menggabungkan perawatan dalam melawan maskne.

“Orang dengan kulit yang rentang berjerawat mendapat manfaat dari pembersih yang mengandung salicylic acid atau benzoyl peroxide,” kata Dr. Mullans.

4. Retinol

Retinol mempercepat pergantian sel yang mencegah sel kulit mati penyumbat pori-pori. Mulailah dengan menggunakan beberapa malam dalam seminggu dengan jumlah seukuran kacang polong dan secara bertahap tingkatkan frekuensinya.

5. Coba perawatan OTC (Over The Counter)

Anda juga dapat mencoba perawatan OTC yang sudah terdaftar di BPOM, agar Anda mengetahui dan memastikan produk tersebut aman dan tidak mengandung bahan yang berbahaya untuk kulit muka.

6. Ciptakan penghalang

Ketika maskne muncul sebagai iritasi kulit, Anda mungkin memerlukan “penghalang” untuk melindungi kulit. Namun, jika metode ini tidak berhasil, maka Anda mungkin perlu berbicara dengan dermatolog tentang memulai pengobatan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top