Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Media Art Globale 2020 Hadir Virtual, Cek Daftar Senimannya

Media Art Globale akan menghadirkan seniman-seniman yang kreatif, coding artist, aktivis schizophrenia, arsitek, sound engineer, mural artist, dan sebagainya.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 18 November 2020  |  16:15 WIB
Media Art Globale akan digelar secara virtual dengan menghadirkan sekitar 21 seniman.
Media Art Globale akan digelar secara virtual dengan menghadirkan sekitar 21 seniman.

Bisnis.com, JAKARTA—Media Art Globale 2020 akan kembali diselenggarakan pada 20 – 30 November 2020. Festival new media art berbasis teknologi dan sains ini mengangkat tema Quantum Land.

Festival yang pertama kali diadakan pada 2019 tersebut akan menampilkan 21 seniman dari 6 negara, yakni Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Yunani, dan Indonesia. Sebanyak 16 seniman dari Indonesia.

Seniman-seniman tersebut memiliki latar belakang beragam seperti musisi, studio motion, creative lab, coding artist, aktivis schizophrenia, arsitek, sound engineer, mural artist, dan sebagainya.

Berikut seniman-seniman yang karya-karyanya dapat disaksikan dalam Media Art Globle 2020, yang akan diselenggarakan secara virtual.

Di realms Genesis, terdapat karya seniman visual dan teknologi motionbeast Eldwin Pradipta, Ady Setyawan, dan Kei Kusuma.

Di realms Enigma, karya – karya seni dari Monica Hapsari, Paul Bai, Dwi Putro, dan Notanlab yang menggunakan medium unik seperti suara dan tubuh manusia dapat dijumpai ketika pameran ini terselenggara.

Di realms Nexus, seniman – seniman seperti WSTG, Renjani Damais, Patub Porx,  Bjarne Jensen, Hysteria, dan Rubi Roesli akan mendeskripsikan karya-karyanya dengan berbagai medium analog dan digital.

Sementara di realms Magna, karya – karya dari Bayu Putra Pratama, Andy Wauman, Fahmi Mursyid, Riyan Kresnandi, Theano Giannezi, Wivisual, dan Adriano Firmanza Rudiman akan mengisi realms ini.

Mona Liem, Kurator Media Art Globale 2020, berharap Media Art Globale dapat menjembatani antara kebutuhan pasar, komersial, dan seniman.

“Yang kita ingin bentuk semacam ekosistem,” katanya.

Dia mengungkapkan saat ini industri membutuhkan seniman dalam prosesnya. Dia mencontohkan, terdapat perusahaan otomotif di luar negeri yang bekerja sama dengan seniman dan scientist terkait dengan teknologinya.

Seringkali orang-orang riset atau teknologi, lanjutnya, membutuhkan seniman yang ahli mendeskripsikan karyanya mengingat apa yang mereka rumuskan terkadang sudah untuk dimengerti oleh pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran seniman virtual
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top