Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyakit Paru Obstruktif Kronik Tidak Dapat Disembuhkan, Ini Cara Mencegahnya

Jika Anda mengalami sesak nafas dan batuk berdahak yang memburuk, maka segeralah temui dokter secepat mungkin.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 24 November 2020  |  11:47 WIB
Ilustrasi paru - livescience
Ilustrasi paru - livescience

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) disebut dengan Penyakit Paru Obstruktif menahun. Penyakit ini ditandai dengan adanya perlambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel.

Penyakit par kronik ini tidak bisa disembuhkan secara total namun dapat dicegah. Bagaimana caranya? Triya Damayanti, Dokter spesialis paru mengatakan bahwa penyakit PPOK ini adalah penyakit yang tidak menular.

Penyakit ini memberikan gejala yang terus menerus bagi pasiennya. Gejalanya adalah batuk, sering mengeluarkan dahak dan sesak nafas dan biasa terjadi di usia 40 tahun, gejalanya hampir mirip dengan tuberkulosis.

“Penyebabnya yang paling sering itu merokok, di Indonesia banyak sekali penduduk kita yang gemar merokok. Faktor risiko PPOK ini penyakit bisa dicegah sebetulnya, penyebab utama dominan adalah merokok jadi orang tersebut merokok dalam jangka waktu lama dan jumlah banyak resikonya meningkat," tuturnya dalam Talkshow Keluarga Sehat di Instagram @radiokesehatan, Selasa (24/11/2020).

Selain merokok, penyebab lain bisa dari polusi di dalam ruangan dan luar ruangan. Sehingga yg paling mudah bisa kita cegah adalah tidak merokok.

Dia menambahkan bahwa belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit ini, pengobatan yang dilakukan oleh pasien yang sudah didiagnosa oleh PPOK hanya untuk mempertahankan fungsi parunya yang sakit agar tidak bertambah buruk.

“Obat-obatan yang kita gunakan langsung ke target organ yakni pari, obatnya biasanya inhaler. Obat-obat pada PPOK mirip-mirip obat terapi asma karena memang saluran nafas yang kena. Dari obat-obatan yang diberikan dokter dalam bentuk inhaler, digunakan rutin sama pasiennya,” ujarnya.

Sementara, dikutip dari p2ptm.kemkes.go.id,  terapi yang diberikan pada pasien PPOK adalah edukasi dan motivasi untuk berhenti merokok, farmakoterapi, terapi non-farmakologis, rehabilitas, terapi oksigen jangka panjang pada PPOK stadium III, dan nutrisi.

Kapan Anda harus menemui dokter? Jika Anda mengalami sesak nafas dan batuk berdahak yang memburuk atau terjadi pada waktu yang lama, maka Anda harus menemui dokter secepat mungkin. Walaupun gejala tersebut tidak selalu mengarah pada PPOK, namun konsultasi dokter diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan lain.

Dalam pertemuan dengan dokter, Anda akan ditanya mengenai riwayat kesehatan termasuk riwayat merokok, asma atau paparan terhadap polutan. Jika Anda dicurigai menderita PPOK, maka dokter Anda akan merujuk ke dokter spesialis paru untuk pengobatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paru-paru radang paru-paru
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top